Waduh! Trinidad dan Tobago Sedang Darurat Pembunuhan Kekerasan Geng

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 3 Januari 2025 | 10:15 WIB
Pihak kepolisian Trinidad dan Tobago sedang siaga penuh menghadapi kekerasan geng di negaranya (Getty Images)
Pihak kepolisian Trinidad dan Tobago sedang siaga penuh menghadapi kekerasan geng di negaranya (Getty Images)

KLIK SAJA - Trinidad dan Tobago telah mengumumkan keadaan darurat nasional karena kekerasan geng di negara Karibia itu terus meningkat.

Presiden Christine Carla Kangaloo mengeluarkan deklarasi tersebut atas saran Perdana Menteri Keith Rowley, yang berada di bawah tekanan untuk mengambil tindakan atas memburuknya angka kejahatan.

Republik pulau kembar ini memiliki salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di Amerika Latin dan Karibia, dengan rekor jumlah pembunuhan lebih dari 620 tahun ini sejauh ini di populasi 1,5 juta orang.

Baca Juga: PBB: Serangan Israel Buat Layanan Kesehatan di Gaza Hancur Total

Kejahatan terorganisasi bertanggung jawab atas sebagian besar pembunuhan, banyak di antaranya terkait dengan perdagangan narkoba internasional.

Menurut departemen luar negeri AS, kedekatan negara itu dengan Venezuela, perbatasan yang mudah ditembus, dan rute transportasi langsung ke Eropa dan Amerika Utara menjadikannya "lokasi utama untuk pengiriman ulang narkotika".

Pada insiden kekerasan terbaru, lima orang ditembak mati di sebuah toko di daerah miskin Laventille pada hari Minggu (1/1/25).

Polisi yakin pembunuhan itu merupakan pembalasan atas pembunuhan seorang anggota geng terkemuka pada hari sebelumnya.

Berdasarkan keadaan darurat nasional, polisi akan memiliki kewenangan untuk menangkap orang yang dicurigai terlibat dalam kejahatan dan menindak langsung.

Baca Juga: Pelaku Peledakan Mobil Tesla Cybertruck Depan Hotel Trump Ternyata Pasukan Elite AS

Mereka juga akan memiliki kewenangan untuk "menggeledah dan memasuki tempat umum maupun pribadi jika diperlukan".

Kantor perdana menteri mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk "menangani individu yang menimbulkan ancaman terhadap keselamatan publik, khususnya mereka yang terlibat dalam kegiatan kriminal dan penggunaan senjata api ilegal".

Akan tetapi, ditambahkannya bahwa tidak ada rencana untuk memberlakukan jam malam.

Tidak jelas bagaimana keadaan darurat akan memengaruhi Karnaval Trinidad yang terkenal di dunia, yang akan mencapai puncaknya dalam parade jalanan besar-besaran pada hari Senin dan Selasa sebelum Rabu Abu di awal Maret.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X