Akhirnya Rezim Assad Jatuh Juga, Bagaimana Masa Depan Suriah?

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 9 Desember 2024 | 05:25 WIB
Kelompok Pemberontak membakar foto presiden Suriah, Bashar Al Assad, selepas menduduki kota Damascus (middleeasteye)
Kelompok Pemberontak membakar foto presiden Suriah, Bashar Al Assad, selepas menduduki kota Damascus (middleeasteye)

Dengan pemberontak yang juga bergerak maju dari timur dan selatan, serangan itu mengisolasi Damaskus.

Pada hitungan jam, para pejuang memasuki ibu kota, pusat kekuasaan Assad.

Dilaporkan Bashar Al Assad telah meninggalkan Suriah, setelah kekuatannya melemah.

Berakhirnya kekuasaan keluarga Assad selama lima dekade akan membentuk kembali keseimbangan kekuasaan di wilayah tersebut.

Iran, harus menelan pil pahit, salah satu sekutunya, rezim Assad harus takluk.

Suriah di bawah Assad merupakan bagian dari hubungan antara Iran dan Hizbullah, dan menjadi kunci bagi transfer senjata dan amunisi kepada kelompok tersebut.

Baca Juga: WHO: Butuh Waktu Bertahun-tahun Untuk Evakuasi Korban Luka di Gaza

Hizbullah sendiri telah sangat melemah setelah perang selama setahun dengan Israel dan masa depannya tidak pasti.

Faksi lain yang didukung Iran, Houthi di Yaman, telah berulang kali menjadi sasaran serangan udara.

Semua faksi ini, ditambah milisi di Irak dan Hamas di Gaza, membentuk apa yang disebut Teheran sebagai Poros Perlawanan, yang kini telah rusak parah.

Gambar baru ini akan dirayakan di Israel di mana Iran dipandang sebagai ancaman eksistensial.

Banyak yang percaya serangan ini tidak akan terjadi tanpa restu Turki. Turki, yang mendukung sebagian pemberontak di Suriah, telah membantah mendukung HTS.

Selama beberapa waktu, Presiden Recep Tayyip Erdogan telah mendesak Assad untuk terlibat dalam negosiasi guna menemukan solusi diplomatik bagi konflik yang dapat memungkinkan kembalinya pengungsi Suriah.

Setidaknya tiga juta di antaranya berada di Turki, dan ini merupakan isu sensitif di sana, namun Assad menolak melakukannya.

Kini Rezim Assad telah pergi, Amerika Serikat sedang pergantian kekuasaan, situasi sedang tak menentu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X