Gembong Narkoba Bulgaria Diadili di Inggris, Modus Kargo Pisang Berisi Kokain Senilai 4 Triliun Rupiah

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 5 Desember 2024 | 08:39 WIB
Barang bukti Kokain yang diselundupkan dengan kargo muatan boks pisang (NCA)
Barang bukti Kokain yang diselundupkan dengan kargo muatan boks pisang (NCA)

KLIK SAJA - Gembong Narkoba asal Bulgaria akhirnya divonis penjara setelah mencoba menyelundupkan kokain dari Kolombia pada tahun 2021.

Uniknya penyelundupan menggunakan modus dengan pengiriman kargo muatan pisang, namun di dalamnya berisi kokain senilai 200 juta poundsterling atau setara dengan 4 Triliun Rupiah

Pengiriman tersebut diyakini sebagai salah satu penyitaan narkoba terbesar yang pernah terjadi di Inggris

Dilansir dari BBC, muatan ‘haram’ tersebut dicegat di Pelabuhan Portsmouth pada bulan Februari 2021.

Baca Juga: Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol di Ujung Tanduk Pemakzulan Akibat Blunder Darurat Militer

Petugas yang menyamar sebagai pengemudi truk untuk membawa peti-peti palsu ke sebuah gudang di London utara.

Pelakunya adalah gerombolan gembong asal Bulgaria yang terdiri dari Petko Zhutev, Ghergii Diko, Bruno Kuci, Erik Muci dan Olsi Ebeja

Pisang tersebut diimpor sedianya oleh Agro Food Ltd, yang telah memperdagangkan produk segar selama lima tahun sebelum berpindah tangan pada Desember 2020 pada gembong narkoba asal Bulgaria tersebut.

Warga negara Bulgaria itu datang ke Inggris untuk mencari perusahaan sah seperti Agro Food untuk dibeli sebagai kedok penyelundupan narkoba, kata Badan Kejahatan Nasional (NCA).

Saat polisi bersenjata melakukan operasi tangkap tangan, mereka mendapati peti-peti tiruan telah disisihkan dan beberapa kotak dibuka.

Baca Juga: Mirip Peristiwa Kanjuruhan, Kerusuhan Pertandingan Sepakbola di Guinea Tewaskan Puluhan Korban Jiwa

Polisi juga menemukan pistol revolver Ozkursan Turki hitam berisi peluru di gudang tersebut.

Zhutev, Diko dan Kuci semuanya ditangkap dan kemudian didakwa dengan tuduhan mengimpor narkoba Kelas A, serta memiliki senjata api dan amunisi dengan maksud membahayakan nyawa.

Diko dan Kuci mengaku bersalah atas tuduhan tersebut, tetapi Zhutev dibebaskan dari pelanggaran senjata api dan amunisi setelah diadili pada tahun 2023.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X