KLIK SAJA - Puluhan ribu warga Gaza kini harus tinggal di pesisir pantai, terpaksa meninggalkan rumah mereka selama perang.
Karena daerah pantai kini adalah tempat teraman untuk berlindung dari serangan tentara Zionis Israel, walau jauh sekali dari kata layak.
Pada beberapa hari terakhir mereka telah mengalami serangan jenis baru: angin laut musim dingin yang menghantam tempat tinggal mereka yang rapuh dan sementara.
Baca Juga: PBB Tangguhkan Bantuan ke Gaza, Imbas Perampokan Gangster Israel
Angin laut musim dingin, tidak hanya memberikan ancaman suhu udara dingin, tetapi juga ombak tinggi yang siap menerjang tenda-tenda pengungsi di pinggir pantai.
Hampir seluruh dari 2,3 juta penduduk Gaza kini mengungsi dan sembilan dari sepuluh orang yang tinggal di tempat penampungan berada di tenda, kata PBB.
Dengan suhu yang menurun drastis, banyak orang jatuh sakit, hal tersebut terjadi tentu karena kondisi sanitasi yang buruk.
Meskipun situasi terburuk terjadi di wilayah utara, pejabat PBB memperingatkan akan adanya kekurangan obat-obatan, makanan, tempat tinggal, dan bahan bakar di seluruh Gaza, dan menggambarkan situasi tersebut sebagai “bencana besar.”
Ada antrean panjang untuk mendapatkan bantuan amal di beberapa bagian Gaza tengah dan selatan tempat sebagian besar orang tinggal.
Dilansir dari BBC ratusan orang yang berkerumun di luar toko roti yang hanya menyediakan sedikit roti.
Baca Juga: Sadis! Israel Serang Mobil World Central Kitchen di Gaza, Warga Palestina Terancam Kelaparan
Terkadang, terjadi penumpukan saat orang-orang yang menunggu berbondong-bondong saat mengantri
Di persimpangan Kerem Shalom, titik persimpangan utama Israel dengan Gaza, minggu lalu wartawan diperlihatkan truk-truk yang mengangkut barang-barang yang telah melalui pemeriksaan keamanan.
Bantuan yang masuk ke wilayah Palestina masih berada pada level terendah dalam beberapa tahun terakhir, pohak IDF justru menyalahkan lembaga bantuan atas masalah distribusi.