KLIK SAJA – Telah dilaporkan konvoi 109 truk bantuan PBB yang membawa makanan dijarah dengan kejam di Gaza pada hari Sabtu (16/11/24), menurut keterangan badan PBB untuk pengungsi Palestina (Unrwa).
Dilansir dari BBC, sembilan puluh tujuh truk hancur dan pengemudinya dipaksa di bawah todongan senjata untuk menurunkan bantuan setelah melewati perlintasan Kerem Shalom yang dikuasai Israel dengan Gaza selatan, dalam apa yang diyakini sebagai salah satu insiden terburuk.
Saksi mata berujar konvoi tersebut diserang oleh pria bertopeng yang melemparkan granat.
Baca Juga: Peristiwa Terkini, Israel Gempur Lagi Gaza Utara, Tewaskan 34 Korban Sipil
Komisaris jenderal UNRWA Philippe Lazzarini tidak mengidentifikasi para pelaku, namun ia mengatakan bahwa “hancurnya total tatanan sipil” di Gaza menyebabkan Gaza “menjadi lingkungan yang tidak memungkinkan untuk beroperasi”.
Berdasarkan rute yang dilewati pada penjarahan tersebut, tidak mungkin dilakukan oleh pihak Hamas, karena area tersebut adalah kawasan yang dikuasai oleh militer Israel.
Jadi besar kemungkinan penjarahan dilakukan oleh pihak Israel.
Tanpa intervensi segera, kekurangan pangan yang parah akan semakin parah bagi dua juta orang yang bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup, menurut Unrwa.
Apalagi kini wilayah Gaza akan memasuki musim dingin, sementara semua fasilitas umum telah dimatikan Israel beserta pasokan makanan semakin berkurang.
Jika demikian Gaza memang dibuat layaknya kuburan raksasa oleh pihak Israel.
Hal itu terjadi setelah pasukan Israel melancarkan serangan darat besar-besaran di utara dan PBB mengatakan lebih sedikit truk bantuan yang memasuki Gaza bulan lalu dibandingkan kapan pun sejak dimulainya perang antara Israel dan Hamas pada Oktober 2023.
Baca Juga: Human Rights Watch: Militer Telah Israel Melakukan Kejahatan Perang di Gaza
Dilansir dari Reuters mengutip seorang pejabat Unrwa di Gaza mengatakan bahwa konvoi tersebut diinstruksikan oleh otoritas Israel untuk "berangkat dalam waktu singkat melalui rute yang tidak dikenal" dari Kerem Shalom.
Kementerian Dalam Negeri Gaza yang dikelola Hamas mengatakan staf keamanannya menewaskan "lebih dari 20 anggota geng yang terlibat dalam pencurian truk bantuan" dalam operasi yang dilakukan bekerja sama dengan "komite suku", jaringan klan keluarga tradisional.