Gegara Dibilang ‘Lemah’, Seorang Anak Bunuh Ayahnya Sendiri: Bukti Pentingnya Pendidikan Moral dalam Keluarga

photo author
- Selasa, 1 Oktober 2024 | 13:05 WIB
Gegara Dibilang ‘Lemah’, Seorang Anak Bunuh Ayahnya Sendiri: Bukti Pentingnya Pendidikan Moral dalam Keluarga (Unsplash.com / Allfonso Scarpa - ilustrasi anak dan ayah)
Gegara Dibilang ‘Lemah’, Seorang Anak Bunuh Ayahnya Sendiri: Bukti Pentingnya Pendidikan Moral dalam Keluarga (Unsplash.com / Allfonso Scarpa - ilustrasi anak dan ayah)

Kasus-kasus seperti ini sering kali menjadi sorotan media dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana lingkungan keluarga dapat mempengaruhi kesehatan mental anak.

Dikutip kliksaja.id dari CNA, pada 1 Oktober 2024, seorang anak bernama Seah Jie Kai Sylesnar (21), yang mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan berencana terhadap ayahnya bernama Seah Wee Teck Eddie (47) di Kawasan Kota Yishun, Singapura.

Serangkaian dokumen pengadilan memaparkan, almarhum ayah Sean adalah seorang pecandu alkohol dan telah melakukan kekerasan terhadap istri, dan kedua kakak Sean selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi Resmi Melarang Ibadah Umrah dengan Visa Wisata

Namun, Hakim mengatakan, meski terdapat perlakuan tidak menyenangkan dari almarhum ayahnya, tidak dapat membenarkan tindakan kekerasan Sean untuk mengakhiri hidup seseorang.

Seah akhirnya dijatuhi hukuman enam tahun penjara oleh Pengadilan Singapura atas dakwaan tindakan pembunuhan berencana terhadap ayahnya, pada Senin, 30 September 2024.

Mari menyelami peristiwa yang melatari terjadinya kasus pembunuhan anak terhadap ayahnya di Singapura tersebut.

Baca Juga: Siap-Siap!, Harga Minyak Diperkirakan Alami Kenaikan Dampak Konflik Iran-Israel

Pada Oktober 2022, Seah mendapatkan komentar pedas dari ayahnya yang menilai dirinya tidak berani melawan seseorang.

Kala itu, Seah dijuluki 'banci' oleh ayahnya dan menantang dirinya untuk menyerang seseorang menggunakan pisau.

Merasa sakit hati dan terhina, Seah sempat menyerang ayahnya dengan mengambil pisau dari dapur dan berusaha melukai dada ayahnya hingga terluka parah.

Baca Juga: Ahli Bisnis Draper Percaya Langkah Presiden El Salvador Membeli Bitcoin dapat Menjadi Negara dengan Aset Terkaya

Menurut pengacaranya, akibat peristiwa penyerangan yang menggunakan pisau terhadap ayahnya itu, muncul ketakutan dalam benak Seah karena sang ayah sempat mengungkap akan membunuhnya.

Ditambah lagi, ayahnya dahulu pernah terlibat perkelahian geng di masa mudanya.

Langkah pertama yang dilakukan Seah untuk mengatasi ketakutannya adalah mempersenjatai dirinya dengan dua pisau.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Sumber: CNA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X