KLIK SAJA - Menjelajahi kawasan bersejarah Kota Lama Surabaya kini semakin mudah dan menyenangkan melalui layanan wisata Toerwagen.
Dengan tarif Rp20.000 per orang untuk sekali perjalanan, wisatawan diajak berkeliling menyusuri sudut-sudut bersejarah Kota Lama melalui rute yang telah ditentukan.
Ditilik dari namanya dari padanan Bahasa Belanda, “Toer” yang berarti “Tur” dan “wagen” yang berarti “kendaraan”, maka bisa diartikan moda ini adalah kendaraan yang diperuntukkan untuk tur keliling.
Kota Lama Surabaya menyimpan jejak sejarah yang begitu kuat. Berbagai bangunan tua dan kisah masa lampau di kawasan ini menjadi saksi bisu perjuangan warga Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, mulai dari era kolonial hingga masa kemerdekaan.
Kejayaan masa lalu tersebut kembali dihidupkan melalui program revitalisasi Kota Lama Surabaya yang resmi dibuka untuk umum pada Juli 2024.
Revitalisasi ini tidak hanya mempercantik bangunan-bangunan bersejarah, tetapi juga mengembalikan fungsi aslinya.
Baca Juga: Mengenal Candi Boyolangu di Tulungagung, Jejak Nenek Buyut Raja Besar Hayam Wuruk
Sejumlah gedung yang dahulu menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan kini dimanfaatkan kembali sebagai ruang publik, destinasi wisata, sekaligus penggerak ekonomi kota.
Untuk menjelajahi kawasan yang luas ini, Pemerintah Kota Surabaya menyediakan Toerwagen, kendaraan wisata berbasis listrik dengan desain beratap terbuka yang terinspirasi mobil-mobil klasik awal abad ke-20.
Dalam waktu singkat, pengunjung dapat menikmati perjalanan yang nyaman sekaligus memperoleh pengalaman mendalam tentang sejarah dan keindahan Kota Lama.
Perjalanan dimulai dari bilik telepon merah yang menjadi lokasi pembelian tiket. Setelah membayar Rp20.000, wisatawan tinggal menunggu kendaraan tiba.
Menjelang senja, deretan Toer Wagen berwarna cerah mulai beroperasi, menghadirkan nuansa nostalgia yang langsung membawa penumpang seolah kembali ke masa lampau.
Setiap kendaraan dikemudikan oleh pengemudi dan didampingi pemandu wisata yang siap membagikan kisah menarik di balik setiap bangunan yang dilewati.
Saat Toer Wagen bergerak menyusuri jalan utama, pemandu mulai mengisahkan sejarah Surabaya yang terukir di berbagai landmark kota.