KLIK SAJA – Warnanya sangat mencolok dan beragam, sungguh menarik hati bagi siapa yang memandangnya, inilah Bunga Kurulu khas Papua.
Bunga Kurulu (Xerochrysum bracteatum) merupakan salah satu flora endemik yang menjadi ikon keindahan alam Papua.
Dalam klasifikasi botani, bunga ini termasuk ke dalam famili Asteraceae, keluarga besar tumbuhan berbunga yang juga mencakup bunga matahari dan aster.
Dalam berbagai literatur lama, Bunga Kurulu kerap disebut dengan nama sinonim Helichrysum bracteatum.
Sementara itu, sebutan “Kurulu” berasal dari bahasa lokal masyarakat Papua, khususnya di wilayah Lembah Baliem, yang sejak lama mengenal dan menghargai keunikan bunga ini sebagai bagian dari alam sekitar mereka.
Di tingkat internasional dan dalam dunia hortikultura, Bunga Kurulu lebih dikenal dengan nama “Everlasting Daisy” atau “Strawflower”.
Nama tersebut merujuk pada sifat khas bractea—daun pelindung bunganya—yang tidak mudah layu dan mampu mempertahankan warna cerahnya meskipun telah dikeringkan.
Bunga warna-warni yang tahan lama
Keunikan utama Bunga Kurulu terletak pada karakteristik fisiknya. Bagian yang sering dianggap sebagai kelopak bunga sebenarnya adalah bractea, yakni daun pelindung yang mengelilingi bunga majemuk di bagian tengah.
Bractea ini bertekstur seperti kertas (papyraceous), keras, dan sangat tahan lama, sehingga memberikan kesan “abadi”.
Warna bractea sangat beragam dan mencolok, mulai dari kuning keemasan, oranye, merah muda, putih, hingga merah dan ungu. Di bagian tengah terdapat bunga sejati atau floret, berukuran kecil dan biasanya berwarna kuning atau kecokelatan.
Meskipun tidak menghasilkan aroma yang kuat, daya tarik Bunga Kurulu terletak pada kombinasi warna cerah dan ketahanannya yang luar biasa.
Batangnya tumbuh tegak dan berkayu di bagian bawah, dengan percabangan yang cukup kuat. Daunnya berbentuk lanset memanjang, berwarna hijau, dan memiliki permukaan agak kasar.
Secara keseluruhan, bunga ini menghadirkan kesan cerah, kokoh, dan awet—baik sebagai tanaman hias hidup maupun bunga kering.