Upaya budidaya di luar habitat aslinya—seperti di Lembang dan Dataran Tinggi Dieng—telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Di Papua sendiri, bunga ini memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata botani yang dapat mendukung perekonomian masyarakat lokal, selama dikembangkan dengan prinsip konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.***