Tumbuh alami di dataran tinggi Papua
Bunga Kurulu tumbuh secara alami di kawasan dataran tinggi Papua. Habitat utamanya meliputi padang rumput dan lereng terbuka di Pegunungan Tengah Papua, termasuk wilayah Lembah Baliem hingga sekitar Puncak Jaya.
Tanaman ini berkembang optimal pada ketinggian antara 1.400 hingga 3.000 meter di atas permukaan laut, dengan paparan sinar matahari penuh serta sirkulasi udara yang baik.
Tanah di habitat aslinya umumnya subur, memiliki drainase baik, dan kaya akan bahan organik.
Sebagai tanaman tahunan (perennial), Bunga Kurulu memiliki masa hidup dan periode berbunga yang relatif panjang. Pembungaan biasanya dipengaruhi oleh ketersediaan cahaya, dengan puncak mekar terjadi pada musim tertentu. Namun, dalam kondisi lingkungan yang ideal, bunga ini dapat berbunga hampir sepanjang tahun.
Proses dari pembentukan tunas hingga mekar sempurna memerlukan waktu beberapa minggu, dan ketahanannya terhadap suhu dingin menjadikannya sangat adaptif di wilayah pegunungan.
Nilai ekonomi dan potensi pengembangan
Selain bernilai estetika, Bunga Kurulu juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, terutama dalam industri florikultura dan kerajinan.
Sifatnya yang awet menjadikannya bahan favorit untuk bunga kering (dried flower). Dalam kondisi kering, bunga ini mampu mempertahankan warna dan bentuknya selama berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun.
Baca Juga: Uniknya Kuliner Gudeg Manggar Jogja, Gunakan Bunga Kelapa Sebagai Bahan Utama
Bunga Kurulu kering banyak dimanfaatkan untuk karangan bunga abadi, dekorasi interior, campuran potpourri, serta berbagai produk kerajinan tangan seperti hiasan bingkai dan kartu ucapan.
Di pasaran domestik, harga bunga ini bervariasi tergantung kualitas, warna, panjang tangkai, dan bentuknya. Sebagai gambaran, satu tangkai Bunga Kurulu kering berkualitas tinggi dapat dijual dengan harga sekitar Rp5.000 hingga Rp15.000.
Dalam bentuk rangkaian atau dekorasi, nilainya bahkan bisa mencapai ratusan ribu rupiah.
Pasar ekspor juga membuka peluang besar, terutama ke negara-negara dengan industri florikultura maju seperti Jepang, Belanda, dan Australia. Permintaan dari pasar internasional turut meningkatkan nilai ekonomi bunga ini.
Di luar fungsi komersial, Bunga Kurulu kini mulai dikembangkan sebagai tanaman hias pekarangan di daerah beriklim sejuk di Indonesia.