Mengenal Moda Transportasi Cidomo dari Lombok, Ikon Wisata Bumi Sasak

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 27 April 2026 | 23:57 WIB
tampilan moda transportasi Cidomo (flickr)
tampilan moda transportasi Cidomo (flickr)

Secara bentuk, cidomo memiliki kemiripan dengan delman, tetapi dengan beberapa penyesuaian. Rodanya menggunakan ban mobil bekas, menggantikan roda kayu tradisional.

Kerangkanya terbuat dari kayu yang kokoh, dengan atap dari serat kelapa atau jerami untuk melindungi penumpang dari panas dan hujan.

Seiring waktu, berbagai inovasi juga dilakukan, seperti penambahan jok empuk demi kenyamanan.

Menariknya, jumlah kuda penarik cidomo tidak selalu satu. Untuk beban yang lebih berat, bisa digunakan dua ekor kuda atau lebih.

Dari segi tampilan, warna cidomo cenderung sederhana, namun sering dihiasi jumbai dan lonceng kecil yang menambah kesan meriah.

Suara gemerincing lonceng dan langkah kuda menciptakan pengalaman perjalanan yang khas dan menyenangkan.

Ukurannya yang tidak terlalu besar membuat cidomo hanya mampu menampung sekitar 4–5 orang, termasuk kusir.

Bentuknya yang cenderung kotak dan tertutup justru menjadi salah satu keunikan tersendiri.

Selain unik, tarif untuk menaiki cidomo juga relatif terjangkau. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa transportasi tradisional ini tetap diminati, baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.

Di berbagai sudut Lombok—mulai dari pasar tradisional hingga kawasan wisata—cidomo masih mudah ditemukan.

Di destinasi seperti Gili Trawangan dan Gili Meno, cidomo bahkan menjadi moda transportasi utama.

Minimnya penggunaan kendaraan bermotor di kawasan tersebut menjadikan cidomo sebagai sarana penting untuk berkeliling pulau, sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang lebih ramah lingkungan dan berkesan.

Lebih dari sekadar alat transportasi, cidomo adalah simbol perjalanan waktu—menghubungkan masa lalu dengan masa kini, sekaligus menjaga denyut budaya Lombok tetap hidup di tengah arus modernisasi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X