Menyusuri Jejak Peradaban Jawa Kuno di Museum Purwa Malang

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 23 Maret 2026 | 02:40 WIB
Tampak depan Museum Mpu Purwa (museum)
Tampak depan Museum Mpu Purwa (museum)

KLIK SAJA – Jika anda sedang berada di Kota Malang, sempatkanlah untuk mengunjungi Museum Purwa, sebuah destinasi untuk belajar banyak peradaban Jawa Kuno.

Lokasinya terletak di Perumahan Griya Shanta, Mojolangu, Kota Malang, museum ini menawarkan pengalaman berbeda—jauh dari hiruk-pikuk jalan besar, namun justru menghadirkan suasana tenang yang membuat penjelajahan sejarah terasa lebih intim.

Di dalamnya, tersimpan sekitar 136 artefak bersejarah dari berbagai masa kerajaan di Jawa, mulai dari Kanjuruhan, Mataram Kuna, Kediri, Singosari, hingga Majapahit.

Koleksi tersebut mencakup arca, prasasti, lingga, makara, dan berbagai peninggalan lain yang telah berusia ratusan tahun—membawa pengunjung seolah kembali ke masa kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara.

Museum ini dikelola oleh pemerintah Kota Malang melalui UPT Museum Mpu Purwa. Fasilitasnya pun tertata baik: ruangan bersih, berpendingin udara, serta pencahayaan yang mendukung kenyamanan dalam menikmati setiap detail koleksi.

Lahirnya museum ini berawal dari kepedulian pemerintah Kota Malang terhadap banyaknya benda bersejarah yang tersebar di berbagai wilayah.

Pada tahun 2000, muncul inisiatif untuk mengumpulkan dan melestarikan artefak-artefak tersebut.

Awalnya, koleksi disimpan di Perpustakaan Umum Kota Malang, sebelum akhirnya dipindahkan ke gedung bekas SDN Mojolangu 2 pada tahun 2001.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2004, museum ini diresmikan oleh Peni Suparto dengan nama Balai Penyelamatan Benda Purbakala Mpu Purwa.

Sejak saat itu, museum ini berkembang menjadi pusat pelestarian sejarah yang menampung peninggalan dari masa Mpu Sindok hingga era Majapahit.

Dengan luas sekitar 1.200 meter persegi, museum ini kini terus menjalankan perannya sebagai ruang edukasi publik.

Museum Mpu Purwa terdiri dari dua lantai yang masing-masing menyimpan daya tarik tersendiri.

Di lantai pertama, pengunjung akan disambut oleh berbagai arca dari beragam periode kerajaan.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Arca Brahma Catur yang berasal dari kawasan Candi Singosari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X