Pengunjung tidak hanya melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga diajak memahami konteks sosial dan politik pada masa kejayaan Sarekat Islam.
Di rumah ini pula, Soekarno muda dilatih menjadi orator andal oleh HOS Tjokroaminoto yang menambah ‘kesakralan’ tempat ini.
Akses yang Mudah Dijangkau
Museum ini terletak di kawasan Peneleh, Kecamatan Genteng, yang cukup strategis di Surabaya. Lokasinya dapat dijangkau dengan berbagai moda transportasi.
Bagi pengguna transportasi umum, museum hanya berjarak sekitar 295 meter dari Halte Alun-alun Contong.
Sementara dari Stasiun Gubeng, jaraknya sekitar 3,6 kilometer. Beberapa rute bus seperti DA, O, R1/R2, dan WK juga memiliki pemberhentian di dekat kawasan ini.
Jika menggunakan kendaraan pribadi, pengunjung perlu sedikit jeli menemukan gang Peneleh VII, namun penunjuk arah menuju museum sudah tersedia dengan cukup jelas.
Museum HOS Tjokroaminoto buka untuk umum pada hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, dan tutup setiap hari Senin.
Baca Juga: Menyelami Perjuangan Bapak Pendidikan Nasional di Museum Dewantara Kirti Griya Yogyakarta
Untuk menikmati pengalaman belajar sejarah yang kaya ini, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang—harga yang sangat terjangkau untuk menyelami jejak pemikiran salah satu tokoh besar bangsa.
Mengunjungi Museum HOS Tjokroaminoto bukan hanya tentang melihat peninggalan masa lalu, tetapi juga merasakan denyut lahirnya gagasan-gagasan besar yang pernah membentuk arah perjuangan Indonesia.***