Mengenal Sandur Maduro, Seni Pertunjukkan Akulturasi Jawa dan Madura Asal Jombang

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 22:40 WIB
Pertunjukan Sandur Manduro yang menghibur (kabar jombang)
Pertunjukan Sandur Manduro yang menghibur (kabar jombang)

Penampilan para pemain semakin semarak dengan kostum berwarna mencolok serta aksesori pendukung seperti sayap, selendang, kalung, dan gelang yang disesuaikan dengan tiap lakon.

Kemeriahan pertunjukan semakin terasa dengan iringan musik tradisional Madura, seperti kendang, kendang cimplong, dan trompet.

Alunan ritmis ini mengiringi gerakan tari topeng yang dinamis — mulai dari Kelana, Bapang, Sapen, hingga Gunungsari dan Punakawan — menciptakan suasana yang hidup dan penuh ekspresi.

Dari Masa Keemasan hingga Upaya Pelestarian

Sandur Manduro pernah mencapai puncak popularitasnya pada era 1970-an, saat masyarakat menjadikannya sebagai hiburan utama selepas bekerja.

Namun, seiring perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup, seni rakyat ini perlahan mulai terpinggirkan.

Meski demikian, berkat dedikasi para seniman dan pegiat budaya, Sandur Manduro tetap hidup hingga kini.

Meski tidak lagi sering dipentaskan seperti dulu, setiap lakon yang tampil masih menyampaikan pesan moral dan nilai kehidupan yang menjadi ciri khas kesenian tradisional ini.

Sandur Manduro bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga jejak sejarah akulturasi budaya Jawa dan Madura yang patut dilestarikan.

Melalui gerak tari, topeng, dan musiknya, kesenian ini menjadi simbol keberagaman dan keharmonisan budaya yang telah tumbuh di tanah Jombang selama berabad-abad.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X