Mirip Pacu Jalur, Ada Pacu Kolek di Kepulauan Riau, Tradisi Balap Perahu di Lautan

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 4 September 2025 | 22:14 WIB
Lomba Pacu Kolek di Belakang Padang, Batam, Kepulauan Riau (pos metro Batam)
Lomba Pacu Kolek di Belakang Padang, Batam, Kepulauan Riau (pos metro Batam)

KLIK SAJA – Jika masyarakat Riau di daerah pedalaman Sumatra, utamanya di lajur sungai besar mempunyai tradisi perahu balap yang terkenal di dunia bernama Pacu Jalur, maka di pesisir dan Kepulauan Riau, tradisi ini bernama Pacu Kolek.

Baru-baru ini tradisi balap perahu Pacu Jalur yang diadakan di daerah Riau daratan menjadi mendunia karena menjadi viral di media sosial.

Pacu Jalur menjadi viral di media sosial dunia, karena adanya keunikan penari cilik pemberi semangat yang berada di depan perahu.

Namun tidak banyak yang tahu tradisi Pacu Jalur terinspirasi dengan tradisi balap perahu yang lebih tua pelaksanaannya, yaitu Pacu Kolek.

Jika Pacu Jalur diadakan di jalur sungai-sungai besar di pedalaman Riau, maka Pacu Kolek dilangsungkan di pesisir atau antar pulau di Kepulauan Riau.

Masyarakat pesisir Kepulauan Riau memiliki tradisi unik yang disebut pacu kolek, yakni balap perahu layar yang telah diwariskan turun-temurun.

Lebih dari sekadar adu kecepatan di laut, pacu kolek mencerminkan keterampilan seorang pelaut sekaligus mempererat kebersamaan komunitas pesisir.

Para warga bahu membahu persiapan Pacu Kolek
Para warga bahu membahu persiapan Pacu Kolek (melayupedia)

Asal Usul Pacu Kolek

Kolek adalah sebutan untuk perahu kecil yang biasa digunakan masyarakat Kabupaten Natuna sebagai sarana transportasi laut.

Dahulu, kolek yang baru selesai dibuat atau diperbaiki akan diuji coba di laut.

Dari sinilah lahir kebiasaan para nelayan mengadu kecepatan perahu mereka, hingga akhirnya berkembang menjadi tradisi pacu kolek.

Pada abad ke-17, di masa kekuasaan Sultan Riau, pacu kolek semakin populer.

Bukan hanya menjadi hiburan masyarakat pesisir, tradisi ini juga digemari kalangan istana dan kerap digelar dalam berbagai perayaan kerajaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X