Setelah pengumuman pembangunan masjid ini, sempat terjadi penolakan dari masyarakat umum.
Namun, sebagian besar keberatan itu mereda setelah Paus Yohanes Paulus II memberikan restunya terhadap proyek ini.
Salah satu isu yang sempat menjadi perdebatan adalah tinggi menara masjid dan dampaknya terhadap garis langit kota Roma.
Pada akhirnya, persoalan ini diselesaikan dengan sedikit merendahkan tinggi menara agar berada di bawah kubah Basilika Santo Petrus, dengan selisih sekitar satu meter (3,3 kaki).
Struktur masjid dirancang agar menyatu dengan kawasan hijau di sekitarnya, memadukan desain struktural modern dengan lengkungan-lengkungan yang mendominasi.
Permainan cahaya dan bayangan sengaja diciptakan untuk menimbulkan suasana meditatif, sementara pemilihan material seperti travertino dan cotto menggambarkan gaya arsitektur tradisional Romawi.
Dekorasi interiornya didominasi oleh keramik berlapis glasir berwarna terang, dengan tema Qur’ani yang berulang: "Allah adalah Cahaya", meskipun tema ini sempat menimbulkan kontroversi.
Interior masjid dihiasi dengan mozaik yang menciptakan efek optik, dan lantainya dilapisi karpet Persia bermotif geometris.
Ruang salat utama dapat menampung hingga 2.500 jamaah, dengan balkon di atasnya yang dikhususkan untuk jamaah perempuan.
Aula utama ditutupi oleh sebuah kubah tengah berdiameter lebih dari 20 meter (66 kaki), dikelilingi oleh 16 kubah kecil.
Kompleks ini juga mencakup area pendidikan dengan ruang kelas dan perpustakaan, pusat konferensi dengan auditorium besar, serta ruang pameran.
Hasil akhirnya adalah arsitektur yang dipenuhi pola geometris dan desain berulang, di mana cahaya memegang peran penting untuk menciptakan suasana kontemplatif dan berbagai efek visual.
Masjid ini juga memiliki beberapa kolom berbentuk telapak tangan, yang melambangkan hubungan langsung antara Tuhan dan seorang hamba.
Pembangunan Masjid Roma memainkan peran penting pada tahun 1990-an, seiring dengan pertumbuhan agama Islam di seluruh dunia.
Perluasan Islam ke dunia Barat menjadi salah satu alasan utama dibangunnya masjid ini. Jumlah Muslim yang terus meningkat di Roma dan negara-negara sekitarnya akhirnya memiliki tempat ibadah suci.***