KLIK SAJA - Masjid Roma atau dalam bahasa Italia disebut Moschea di Roma terletak di kawasan Parioli, Roma, Italia, merupakan masjid terbesar di Eropa bahkan dunia Barat dari segi luas lahan.
Masjid ini memiliki luas sekitar 30.000 m² (320.000 kaki persegi) dan dapat menampung lebih dari 12.000 orang.
Bangunannya berada di wilayah Acqua Acetosa, di kaki Pegunungan Parioli, sebelah utara kota Roma.
Masjid ini juga merupakan pusat dari Centro Culturale Islamico d’Italia (Pusat Kebudayaan Islam Italia).
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menyediakan layanan sosial dan budaya yang menghubungkan komunitas Muslim dengan warga Italia yang mayoritas Katolik.
Bahkan masjid ini dibangun atas restu dari Paus Yohannes Paulus II, karena mulanya pembangunannya sempat ditentang kaum ekstrem kanan di Italia.
Masjid ini menyelenggarakan kegiatan keagamaan seperti pengajaran, pernikahan, pemakaman, tafsir, pameran, konvensi, dan berbagai acara lainnya, meskipun berada di kawasan dengan jumlah Muslim yang relatif sedikit.
Uniknya, Masjid ini dinisiasi bersama oleh Pangeran Muhammad Hasan dari Afghanistan yang sedang berada dalam pengasingan, dan istrinya, Putri Razia di era 70an.
Pembiayaan pembangunan berasal dari Raja Fahd dari Arab Saudi, Penjaga Dua Masjid Suci, serta beberapa negara Muslim lainnya, termasuk Bangladesh di bawah kepemimpinan Presiden Hussain Muhammad Ershad.
Proyek ini dirancang dan dipimpin oleh Paolo Portoghesi, Vittorio Gigliotti, dan Sami Mousawi. Upacara peresmiannya dipimpin oleh Paus Yohanes Paulus II.
Perencanaan masjid ini memakan waktu lebih dari sepuluh tahun: Dewan Kota Roma menyumbangkan lahan pada tahun 1974, namun batu pertama baru diletakkan pada tahun 1984, dihadiri oleh Presiden Italia saat itu, Sandro Pertini. Masjid ini diresmikan pada 21 Juni 1995.
Penolakan terhadap ide pembangunan masjid di Roma secara historis dikaitkan dengan Benito Mussolini, yang konon pernah menyatakan bahwa masjid tidak akan pernah dibangun di Roma kecuali jika gereja Katolik juga dibangun di Mekah.
Namun, ada catatan bahwa Mussolini sebenarnya pernah memutuskan untuk membangun masjid bersama Raja Victor Emmanuel III, tetapi penolakan dari pihak gereja menghentikannya.