KLIK SAJA - Di tengah lanskap Muslim Mindanao yang kental dengan nuansa religius dan budaya lokal, berdiri sebuah masjid yang mencuri perhatian karena tampilannya yang tidak biasa—serba merah muda alias pinky.
Masjid ini dikenal dengan nama Masjid Dimaukom, atau lebih populer disebut Masjid Pink, yang terletak di kota Datu Saudi Ampatuan, Provinsi Maguindanao, Filipina Selatan.
Masjid Dimaukom dibangun pada tahun 2014 atas inisiatif dan pembiayaan pribadi Wali Kota Samsudin Dimaukom, dengan tanah pembangunan yang juga merupakan milik keluarganya.
Namun, yang membuat masjid ini sangat istimewa bukan hanya warna fasadnya yang mencolok, tetapi juga nilai-nilai luhur yang melatarbelakanginya.
Pembangunannya melibatkan para pekerja Kristen, sebagai simbol nyata dari persatuan dan persaudaraan antarumat beragama di Filipina Selatan yang multikultural.
Pemilihan warna merah muda bukan tanpa alasan. Wali Kota Dimaukom menjelaskan bahwa merah muda adalah warna favoritnya yang telah lama digunakan dalam kampanye sosial dan politiknya.
Ia menganggap warna ini sebagai lambang cinta dan kedamaian, nilai yang menurutnya sangat relevan dengan ajaran Islam.
Lebih dari sekadar cinta romantis, ia menekankan bahwa merah muda di masjid ini merepresentasikan cinta kepada Allah, sesama manusia, dan khususnya terhadap komunitas lintas iman.
Secara arsitektur, Masjid Dimaukom juga tampil memikat.
Gaya bangunannya menggabungkan unsur arsitektur India dan Melayu, dengan kubah dan ornamen khas yang memperkuat identitas Islam lokal namun tetap terbuka terhadap pengaruh budaya lain.
Kombinasi warna mencolok dengan desain artistik menjadikan masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga daya tarik wisata spiritual dan budaya.
Kini, Masjid Pink tidak hanya menjadi pusat keagamaan bagi umat Islam di wilayah Filipina Selatan, tetapi juga berfungsi sebagai simbol keharmonisan antarumat beragama.
Banyak pengunjung, baik Muslim maupun non-Muslim, datang untuk menyaksikan keindahan dan pesan damai yang diusung bangunan ini.