Musiknya yang cepat dan bergemuruh menciptakan atmosfer luar biasa, seolah memberi semangat tambahan bagi para peserta dan kerbau mereka.
Pertunjukan tari tradisional seperti Tari Silat dan Tari Makepung juga turut memeriahkan acara ini.
Rangkaian lomba Makepung digelar setiap dua minggu selama musim kemarau, selalu pada hari Minggu.
Ajang ini memuncak dalam pertandingan besar memperebutkan Piala Bupati Jembrana dan Piala Gubernur Bali.
Walau tidak ada hadiah uang, para petani dan kerbau mereka berjuang demi kehormatan dan kebanggaan desa.
Makepung bukan sekadar perlombaan, tetapi cerminan budaya, kerja keras, dan kebersamaan masyarakat Jembrana.
Jika Anda berkunjung ke Bali, sempatkanlah menyaksikan tradisi luar biasa ini—karena Makepung adalah Bali dalam semangat dan gerak yang paling otentik.***