Beberapa seniman lokal telah memberikan sentuhan artistik indah pada dinding tebing, yakni dengan memberikan ukiran-ukiran seni berbentuk relief dan patung dari cerita pewayangan, seperti pahatan Arjuna membunuh Buto Cakil, pahatan naga dengan mahkotanya, dan juga patung Semar.
Pemandangan dinding tebing dengan ornamen patahan juga memberikan daya tarik tersendiri.
Meski saat ini bukan lagi tempat penambangan, sisa-sisa dari aktivitas penambangan mampu menghadirkan ornamen pahatan yang membuat tebing ini tampak layaknya kue lapis.
Berfoto selfie dengan latar tebing sepertinya menjadi kegiatan favorit wisatawan yang datang kesana.
Baca Juga: Belajar Sejarah Nenek Moyang di Taman Purbakala Pugung Raharjo
Tak ayal jika tebing ini juga kerap dijadikan lokasi foto bagi para pasangan yang sedang melakukan sesi foto pre wedding atau momen spesial lainnya.
Bukan hanya itu, Tebing Breksi juga menyediakan Tlatar Seneng dan amphiteater yang digunakan untuk pertemuan, pertunjukan seni, dan event-event lain dengan desain melingkar seperti halnya teater kuno Yunani.
Hal yang paling istimewa, para wisatawan dapat menyaksikan pemandangan alam dan Kota Yogyakarta dari atas tebing.
Bahkan pada malam hari para wisatawan masih bisa menikmati pesona Tebing Breksi, karena lampu warna-warni seolah menambah pesona obyek wisata ini.
Pengunjung dapat menyewa jeep wisata di Tebing Breksi dengan harga mulai dari ratusan ribu per hari.
Usaha jeep wisata ini menawarkan beberapa paket wisata dengan durasi, harga, dan kapasitas penumpang yang berbeda-beda.
Untuk rute short trip, wisatawan dapat berkeliling dengan tujuan Tebing Breksi, Candi Ijo, Watu Payung/Selo Langit sampai Obelix Hills.
Kemudian untuk long trip, wisatawan akan diajak berkeliling dengan tujuan Tebing Breksi, Candi Ijo, Watu Payung/Selo Langit, Obelix Hills, Bukit Teletubbies, Desa Wisata Pereng dan berakhir di Desa Wisata Rumah Domes.
Walau demikian keamanan dan keselamatan pengunjung pun sangat diperhatikan, melihat kondisi tebing yang berada di ketinggian.