KLIK SAJA - Tim Elang Super, Nigeria akan menantang tuan rumah Maroko pada babak semifinal Piala Afrika 2025, yang akan digelar Rabu waktu setempat di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat.
Laga ini menjadi salah satu dari dua semifinal besar yang menyajikan deretan pemain terbaik Afrika.
Nama-nama peraih Pemain Terbaik CAF seperti Mohamed Salah, Sadio Mané, Victor Osimhen, Ademola Lookman, dan Achraf Hakimi termasuk di antara bintang panggung Eropa yang mewakili empat negara tersisa di turnamen ini.
Nigeria menjadi salah satu kisah paling menonjol sepanjang turnamen, melampaui ekspektasi setelah kekecewaan gagal lolos ke Piala Dunia FIFA 2026 usai kalah dari Republik Demokratik Kongo pada babak play-off November lalu.
Di bawah asuhan pelatih asal Mali, Eric Chelle, Super Eagles tetap memikul ekspektasi besar sebagai juara Afrika tiga kali.
Tekanan tersebut justru tidak memudarkan keyakinan publik Nigeria bahwa sang “Raksasa Afrika” mampu mengatasi tantangan apa pun, siapa pun lawannya.
Datang ke fase grup dengan ekspektasi yang relatif rendah, Nigeria justru tampil impresif dengan permainan menyerang yang mengalir dan catatan sempurna hingga menembus semifinal, memenangi seluruh pertandingan dengan salah satu performa ofensif terbaik di turnamen.
Nigeria membuka kampanye dengan kemenangan 2-1 atas Tanzania, lalu meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Tunisia untuk memastikan kelolosan lebih awal.
Mereka kemudian merotasi skuad dan tetap menang 3-1 atas Uganda pada laga terakhir fase grup, sebelum tampil dominan dengan kemenangan 4-0 atas Mozambik di babak 16 besar dan menaklukkan salah satu favorit juara, Aljazair, dengan skor 2-0 di perempat final.
Pasukan Chelle kini menjadi tim tersubur turnamen dengan koleksi 14 gol dari lima pertandingan, kebobolan empat kali dan mencatatkan dua clean sheet.
Ketajaman lini depan ditopang oleh Osimhen, Lookman, dan Alex Iwobi, dengan dukungan Akor Adams, sementara keseimbangan dan kepemimpinan tim datang dari Wilfred Ndidi, Frank Onyeka, Calvin Bassey, Semi Ajayi, serta penjaga gawang Stanley Nwabali.
Nigeria dan Maroko telah bertemu 11 kali sejak 1969 di berbagai ajang besar. Maroko unggul secara keseluruhan dengan enam kemenangan, dibanding empat kemenangan Nigeria dan satu hasil imbang.
Rivalitas ini banyak terbentuk melalui laga kualifikasi Piala Dunia dan Piala Afrika, termasuk keberhasilan Nigeria pada edisi 1980 dan 2000.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, keseimbangan tersebut bergeser. Maroko mendominasi enam pertemuan terakhir, dengan Nigeria hanya mencatat satu kemenangan, yakni 2-0 pada AFCON 2000.