KLIK SAJA - Perjalanan Timnas Indonesia U-17 di bawah Nova Arianto mungkin berakhir di fase grup, namun jejak yang mereka tinggalkan jauh lebih besar dari sekadar hasil.
Dalam tiga laga yang penuh tekanan, Garuda Muda sempat dihajar Zambia dan Brasil sebelum bangkit menciptakan sejarah lewat kemenangan 2-1 atas Honduras.
Itu menjadi kemenangan pertama Indonesia sepanjang partisipasi di Piala Dunia kelompok umur, sebuah tonggak yang terasa seperti pintu masa depan yang baru dibuka.
Meski hanya mengumpulkan tiga poin, capaian itu menempatkan Indonesia di peringkat ke-10 daftar tim peringkat ketiga terbaik.
Baca Juga: Prediksi Jepang Vs Ghana, Duel Persahabatan Sengit Samurai Biru Jamu Black Stars di Stadion Toyota
Kegagalan lolos ke fase gugur tidak serta-merta mengecilkan upaya dan karakter yang ditunjukkan para pemain muda.
Justru, momen ini menjadi fondasi penting untuk generasi berikutnya. Dari turnamen ini pula, muncul tiga nama pencetak gol yang mencuri perhatian: Zahaby Gholy, Evandra Florasta, dan Fadly Alberto Hengga.
Nova Arianto Naik Kelas: Promosi yang Sudah Lama Ditunggu
Setelah menutup tugasnya sebagai pelatih U-17, Nova Arianto kini resmi dipromosikan menjadi pelatih Timnas Indonesia U-20.
Keputusan itu bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan atas kesinambungan yang ia bangun sejak fase kualifikasi hingga panggung dunia.
Erick Thohir pun menyambut Garuda Muda dengan apresiasi terbuka, sembari menegaskan perjalanan panjang yang masih harus dilalui.
Baca Juga: Prediksi Polandia Vs Belanda, Saatnya Tim Oranye Tuntaskan Misi Lolos Langsung ke Piala Dunia 2026
Dalam unggahan Instagram-nya, Erick memuji perjuangan tim sekaligus memperingatkan bahwa momen historis bukan berarti titik akhir.
Ia menilai Nova adalah sosok yang tepat untuk melanjutkan pembinaan generasi emas sepak bola Indonesia.