olahraga

Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Dipecat Ulsan HD FC, Noh Sang-rae Ambil Alih Jabatan Sementara

Jumat, 10 Oktober 2025 | 06:27 WIB
Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong Dipecat Ulsan HD FC, Noh Sang-rae Ambil Alih Jabatan Sementara (Mantan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong resmi dipecat Ulsan HD menyusul kekalahan skuad Garuda dari Arab Saudi di kualifikasi Piala Dunia 2026. (Dok PSSI))

KLIK SAJA - Shin Tae-yong, mantan pelatih Timnas Indonesia, resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih kepala Ulsan HD FC.

Keputusan pemecatan ini diumumkan langsung oleh klub asal Korea Selatan tersebut pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Melalui unggahan resmi di akun Instagram, pihak Ulsan HD menyatakan telah mengakhiri kerja sama dengan pelatih berusia 53 tahun tersebut.

“Ulsan HD FC mengakhiri kerja sama mereka dengan coach Shin Tae-yong. Terima kasih atas kerja kerasnya untuk tim sejauh ini, dan kami mendukung Anda di masa depan,” tulis pihak klub.

Baca Juga: Prediksi Meksiko Vs Kolombia, Laga Uji Coba Sengit El Tricolor Hadapi Los Cafeteros

Sebagai langkah sementara, Ulsan HD FC menunjuk Noh Sang-rae, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur tim muda Ulsan, sebagai pelatih interim hingga klub berhasil menemukan pelatih kepala yang baru.

Shin Tae-yong baru 65 hari menjabat sebagai pelatih Ulsan, setelah resmi ditunjuk pada 5 Agustus 2025, tak lama setelah kontraknya bersama Timnas Indonesia berakhir.

Namun, masa jabatannya terbilang singkat karena rentetan hasil negatif yang dialami tim dalam ajang K League 1.

Dalam 10 pertandingan yang dipimpinnya, Ulsan hanya mampu meraih dua kemenangan, sementara sisanya berakhir dengan hasil imbang dan kekalahan.

Rentetan empat laga terakhir tanpa kemenangan membuat posisi Shin semakin tertekan.

Puncaknya, kekalahan telak 0-3 dari Gimcheon Sangmu pada pekan terakhir menjadi penentu berakhirnya masa baktinya di klub tersebut.

Baca Juga: Prediksi Amerika Serikat Vs Ekuador, Ajang Unjuk Gigi Anak Asuh Pochettino Hadapi El Tri

Kinerja Shin di Ulsan menjadi sorotan publik Korea, terutama karena ekspektasi tinggi yang menyertai kedatangannya.

Pelatih yang sempat membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018 itu dinilai gagal mengangkat performa tim juara bertahan K League tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini