olahraga

Rivellino, Legenda Brasil yang Berkumis Tebal dan Jago Dribel

Rabu, 1 Januari 2025 | 09:05 WIB
Roberto Rivellino tampak sangat berkharisma dengan kumis tebalnya (transfermarkt)

Hingga pada tahun 1974, setelah Corinthians kalah dari seteru abadinya Palmeiras pada final liga São Paulo, Rivelino dianggap sebagai yang paling bertanggung jawab oleh sebagian besar fans.

Dia kemudian hijrah ke Rio de Janeiro, membela Fluminense hingga akhir 70-an.

Tak bisa diragukan lagi bahwa Rivellino merupakan aktor utama dalam prestasi luar biasa yang di tunjukkan oleh Fluminense pada medio 70-an, dengan julukan "the tricolor machine", bersama Doval, Pintinho, Gil and Carlos Alberto Torres.

Dia menjuarai kejuaraan liga Rio de Janeiro pada tahun 1975 dan 1976.

Lalu pada akhir masa kariernya, dia pindah ke Arab Sudi dan bermain untuk klub Al-Hilal, hingga pensiun pada tahun 1981.

Timnas Brasil

Rivellino dikenal salah satu pemain timnas Brasil yang memiliki caps lebih dari 90 pertandingan.

Dia selalu menjadi pemain starter pada Piala Dunia 1970, mencetak 3 goal, termasuk tendangan bebas kerasnya ke gawang Tim Nasional Cekoslovakia, yang memberinya julukan lain yaitu "Patada Atómica" (Tendangan Atom) oleh fans dari Meksiko.

Bisa dikatakan ia adalah aktor utama keberhasilan Brazil ketika menggondol Piala Dunia 1970, yang banyak dikatakan pengamat adalah tim nasional terbaik di dunia sepanjang masa.

Ia pun masuk dalam line-up timnas Brasil yang bermain pada Piala Dunia 1974 dan Piala Dunia 1978, tetapi tidak sesukses pada tahun 1970 yang mampu meraih juara, kali ini hanya mampu meraih peringkat 4 dan 3.***

Halaman:

Tags

Terkini