3. Manchester City, Juara Bertahan yang Alami Krisis Kepribadian
Kejutan berikutnya sedikit berbeda, karena Manchester City berikan shock-effect negatif kepada fansnya lewat penampilan yang berantakan dalam tiga bulan terakhir. Secara konsekutif, tim asuhan Pep Guardiola hanya menang sekali dalam 13 laga.
Lebih parahnya Erling Haaland dkk menerima sembilan kekalahan di antaranya!
Kini The Citizens harus terus merosot ke posisi tujuh dengan 28 poin dan sepertinya harus melupakan target mengejar gelar liga kelima secara beruntun.
Pep Guardiola selalu menggunakan alasan tipisnya skuad yang dimiliki dalam menghadapi laga-laga tersebut. Meskipun pada kenyataannya, hanya Rodri saja yang benar-benar absen dalam jangka waktu lama.
Ada kebosanan dalam strategi permainan di lapangan yang nampak seperti krisis kepribadian. Erling Haaland yang kerap terisolir di depan juga terlihat malas untuk mencari ruang.
Satu hipotesis patut diberikan, "apakah mereka terpengaruh dengan pelanggaran 115 pasal Financial Fair Play?"
Tidak pernah ada statement resmi apapun dari pemain maupun pihak klub hingga saat in tentang hal tersebut. Semuanya tinggal menunggu waktu usai komisi indpenden memberikan putusannya.
Lalu apa yang bisa dilakukan Guardiola dalam waktu dekat? Jelas setelah ia menandatangani kontrak baru hingga 2027, ia punya kebebasan untuk membeli pemain di bursa transfer musim dingin ini.
Posisi gelandang bertahan harus ia tambal dengan dua pemain, dan nama Samuele Ricci serta Bruno Guimaraes menjadi kandidat teratasnya.
Awal tahun depan kita akan menunggu lagi, apakah seperti biasanya mesin The Citizens terlambat panas dan terus ngegas di putaran kedua? Atuau mereka malah semakin terpuruk?
Satu nama akan menjadi obyek pertaruhan besar di akhir musim, yakni Pep Guardiola.