KLIK SAJA - Premier League musim 2024/2025 sudah hampir separuh jalan mendekati pergantian tahun ini. Dua puluh tim terbaik Inggris yang berkompetisi mengalami gelombang pasang-surut dalam memenuhi target akhir musim.
Liverpool masih menjadi tim yang paling konsisten di papan atas, sebab mereka kini memuncaki klasemen dengan unggul enam poin dibandingkan Arsenal di posisi kedua, plus mempunyai satu laga tunda di tangan.
Sementara di papan bawah, ada Southampton dan Ipswich Town yang menjadi kandidat terkuat terdegradasi.
Selain mereka, adanya pula tim kejutan ternyata mampu mewarnai jalannya Premier League. Berikut tiga di antaranya :
Baca Juga: Tiga Pemain Utama Liverpool Akan Habis Kontrak! Stay or Leave?
1. Nottingham Forest, Ramuan Soliditas dan Staying-power ala Nuno Espirito Santo
Berada di posisi keempat hinga matchday 18 Premier League, tentu bukan merupakan kebetulan bagi Nottingham Forest. Tim yang pernah merajai Inggris dan Eropa akhir 70-an ini memetik buah kepercayaan kepada filosofi Nuno Espirito Santo.
Pelatih asal Portugal sudah dipercaya menangani tim sejak pertengahan musim lalu, menggantikan Steve Cooper pada Desember 2023.
Tidak bisa banyak bergerak karena menangani tim di tengah jalan, Nuno dan timnya mengakhiri musim lalu tepat di atas zona degradasi. Namun untuk dicatat, dua kemenangan dalam lima laga terakhir menunjukkan potensi klub ini di musim baru.
Akhirnya waktu Nuno tiba, dengan memiliki kebebasan meracik skuad pada musim panas lalu. Empat nama signifikan ia datangkan, yakni Nikola Milenkovic (Fiorentina), Morato (Benfica), dan Elliot Anderson (Newcastle) secara transfer, serta meminjam ahli bola mati James Ward-Prowse dari West Ham.
Kesuksesan besar kedua adalah mempertahankan tulang rusuk skuad dari godaan klub lain, yakni kapten muda Morgan Gibbs-White, Anthony Elanga, serta Chris Wood.
Hasilnya adalah sebuah ramuan yang sangat solid, bahkan bisa dikatakan merekalah tim paling solid secara permainan di antara semua klub EPL jika menilai sukses Liverpool, Arsenal, dan Chelsea adalah buah dari kreativitas.
Staying-power selama 90' menit mampu dipertontonkan untuk menjaga kedudukan ataupun mengejar ketertinggalan. Semuanya berada dalam satu komando, teriakan Nuno Espirito Santo di pinggir lapangan.
Artikel Terkait
Prediksi Empoli vs Genoa, Azzurri Masih Penasaran dengan Kesulitan Aneh di Estadio Carlo Castellani
Rekor Buruk Ruben Amorim, Pelatih Baru MU yang Digadang Bawa Kejayaan Malah Terperosok ke Zona Degradasi
Francois Letexier, Wasit Kontroversial yang Pernah Kubur Mimpi Garuda U-23 ke Olimpiade Dinobatkan Jadi Pengadil Terbaik Tahun 2024
Tiga Pemain Utama Liverpool Akan Habis Kontrak! Stay or Leave?
Lima Bintang Premier League yang Berpotensi Pindah Klub di Bursa Transfer Musim Dingin, Dua Milik MU!
Lazio vs Atalanta 1-1 : Gol Dele-Bashiru Hentikan 11 Kemenangan Beruntun Atalanta di Olimpico