Menjawab pertanyaan media tentang bagaimana Forest akan beraksi di putaran kedua, Nuno langsung menjawab dengan penjelasan tajam, Survival!
“Paruh kedua musim lalu adalah tentang bertahan hidup. Sebagian besar dari kami menyadari betapa sulitnya bagi para pemain untuk benar-benar bersaing dengan baik. Itu penilaian yang wajar. Awal musim ini banyak hal telah benar-benar berubah karena para pemain menyadari betapa kami perlu meningkatkan kemampuan," ucapnya dikutip dari The Guardian.
"Tidak ada cara lain. Para pemain melakukan semua yang kami tuntut dari mereka dan mereka tidak berhenti, kami terus maju, terus maju dan inilah perbedaan besar yang dapat kami lihat.”
2. Bournemouth, Pertahanan Pemuda-pemuda Tangguh dan Intensitas Tinggi
Tim kejutan berikutnya yang kini menyodok di pertempuran zona Eropa adalah Bournemouth. The Cherries sebenarnya mendapat tantangan besar di awal musim, sebab kehilangan sosok Dominic Solanke yang dibeli Tottenham Hostpur.
Manajer Andoni Iraola ternyata cukup cermat dengan uang masuk senilai 64 juta Euro tersebut. Entrenador asal Spanyol membelanjakan pengganti Solanke dalam sosok Evanilson, Enes Unal, dan Luis Sinisterra, plus memboyong bek muda "chill-guy" Dean Huijsen.
Satu peminjaman yang menjadi transfer terbaik mereka musim ini, adalah datangnya kiper termahal dunia Kepa Arrizabalaga yang tidak diterima di skuad Chelsea dan Real Madrid.
Iraola yang punya darah Basque sama dengan Kepa, berhasil mengembalikan motivasi dan permainan apik kiper 30 tahun. Selain bertugas mengamankan gawang, Kepa punya tugas lain mengkoordinasikan dua bek muda di depannya, Huijsen dan Ilya Zabarnyi.
Pertahanan pemuda-pemuda The Cherries bertambah dengan adanya sosok bek kiri yang siap menjadi rebutan klub besar, Milos Kerkez.
Hal menonjol berikutnya yang ditunjukkan Bournemouth musim ini adalah intensitas yang berhasil mereka jaga sepanjang laga. Sedikit berbeda dengan Forest yang bermain solid dan kaku, pergerakan Justin Kluivert dkk seperti gelombang laut yang tiada habisnya.
Memiliki rerata usia pemain cukup muda membuat Andoni Iraola bisa memaksimalkan setiap kaki-kaki segar punggawa Bournemouth untuk berlari.
Kini mereka berada di peringkat ke enam lewat perolehan 29 poin, dan sepertinya manajemen hanya bisa bersyukur jika musim depan The Cherries bisa masuk ke salah satu kompetisi Eropa.
Baca Juga: Lazio vs Atalanta 1-1 : Gol Dele-Bashiru Hentikan 11 Kemenangan Beruntun Atalanta di Olimpico