KLIK SAJA - Meraih lima hasil imbang dalam enam laga konsekutif terakhir, menunjukkan Juventus cocok dijuluki sebagai rajanya seri musim ini. Sepuluh hasil seri kendati tanpa kekalahan di liga, mempersulit sendiri langkah The Old Lady untuk bersaing di papan atas Serie A.
Kini menghadapi Cagliari di Allianz Stadium, Turin pada babak 16 besar Coppa Italia, tidak ada lagi hasil imbang yang ditolerir bagi juara bertahan. Laga Juventus versus Cagliari kickoff pada Rabu (18/12/2024) pukul 03.00 dini hari WIB.
Baca Juga: Prediksi Lazio vs Inter Milan, Salah Satu Wajib Menang Untuk Membuka Kunci Persaingan Scudetto
Persiapan Kedua Tim
Juventus harus merasakan lagi hasil seri kala melawan Venezia pada akhir pekan lalu di giornata 16 Serie A. Gol dua pemain berdarah Indonesia, Mikael Egill Ellertsson dan Bang Jay Idzes hanya mampu dibalas Federico Gatti dan penalti Dusan Vlahovic di akhir pertandingan.
Kehilangan dua poin yang harusnya mudah didapat ini membuat The Old Lady terpaku pada posisi 6 lewat perolehan 28 poin, tertinggal sembilan angka dari sang capolista Atalanta.
Tidak pernah kalah di liga menjadi barang percuma kala pasukan Thiago Motta hanya hasilkan enam kemenangan.
Rentetan sepuluh hasil seri ini menggambarkan ketidakmampuan Juventus menjaga stabilitas momen transisi, terutama melawan tim yang secara kualitas ada di bawahnya.
Dicemooh oleh sebagian besar penggemar saat peluit akhir berbunyi, Juve telah mencatat awal terburuknya di kandang sendiri sejak 1988, sebab hanya memenangkan tiga dari sembilan pertandingan di Stadion Allianz musim ini.
Meski begitu, pada ajang turnamen Dusan Vlahovic dkk punya bekal bagus setelah menumbangkan juara Premier League Manchester City 2-0 tengah pekan lalu.
Selain memanfaatkan kondisi lawan yang limbung, mentalitas dalam satu partai penting cukup terjaga hingga hasilkan dua gol menentukan lewat Dusan Vlahovic dan Weston McKennie.
Pada Sabtu lalu, Cagliari yang dilatih Davide Nicola harus kalah tipis dari pimpinan klasemen Serie A, Atalanta. Mereka sudah berupaya keras membalas gol Nicolo Zaniolo, namun penampilan gemilang kiper La Dea Marco Carnesecchi menjadi penghalang terbesar.
Hasil tersebut membuat Cagliari bisa dilewati Como dan Verona dan kini berada di zona degradasi, tepatnya posisi 18 dengan perolehan 14 poin.