Tiga Dosa STY Jika Timnas Indonesia Gagal Lolos Semifinal Piala AFF 2024

photo author
Greg Satria, Klik Saja
- Senin, 16 Desember 2024 | 07:55 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai ada hal positif dibalik kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam, 0-1 di penyisihan Grup B Piala AFF 2024. (Dok. PSSI.org)
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai ada hal positif dibalik kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam, 0-1 di penyisihan Grup B Piala AFF 2024. (Dok. PSSI.org)

KLIK SAJA - Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Vietnam pada laga ketiga fase grup Piala AFF atau yang kini dinamakan AMEC Cup 2024, Minggu (15/12/2024).

Atas hasil ini, skuad asuhan Coach Shin Tae-yong (STY) harus puas dengan empat poin dari tiga laga yang sudah dijalani di Grup B. Masih berada di posisi kedua, namun Timnas Indonesia harus waspada ancaman Filipina (2 poin) yang masih jalani dua partai.

Peluang lolos memang masih terbuka, namun peluang tersingkir juga sama besarnya. Wajib memenangkan laga terakhir fase grup melawan Filipina (21/12/2024), Indonesia juga harus berharap laga Vietnam vs Filipina di matchday 4 tidak hasilkan poin bagi The Azkals.

Jika ketidaklolosan ini terjadi, tentu merupakan catatan buruk bagi Shin Tae-yong yang mempunyai "tiga dosa", yang mungkin juga akan diungkit seandainya lolos namun tidak juara AFF 2024.

Baca Juga: Lionel Messi Sudah Berikan Tongkat Estafet Kepada Lamine Yamal, Carles Puyol Redam Tekanan Maksimal

1. Potong Generasi yang Membabi-buta

Potong generasi sudah merupakan kebijakan bersama antara STY dan PSSI yang menuai banyak polemik. Dengan kebijakan ini diharapkan Timnas Indonesia bisa mendapatkan satu generasi baru yang berkualitas dan berpengalaman di masa depan.

Namun dengan awalnya disepakati bahwa skuad Piala AFF 2024 berbeda dengan Timnas Senior yang disiapkan untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 karena jadwal mepet, diharapkan di kompetisi regional ASEAN inilah pemain terbaik Liga Indonesia bisa digunakan.

Ternyata dalam pemilihan skuad, potong generasi semakin membabi buta. Jangankan Stefano Lilipaly, Al Hamra Hehanusa, ataupun Malik Risaldi yang jarang diberi kesempatan, nama Egy Maulana Vikri, Rizky Ridho, dan Ricky Kambuaya juga tidak dilirik untuk masuk.

Menjadi pertanyaan berikutnya adalah kapan pemain usia emas ini mendapatkan kesempatannya? Di SEA Games juga batasan umur sudah diterapkan. Untuk apa mereka berkarier baik di liga?

Baca Juga: Tangisan Jesus Navas Pecah Kala Berpisah dengan Publik Ramon Sanchez Pizjuan Karena Cedera Cedera Kronis

2. Pemilihan Skuad U-22 yang Terkesan Meremehkan

Lalu muncullah keputusan final 24 pemain yang dibawa ke Myanmar untuk laga perdana Piala AFF 2024, dan dengan bangga manajer Sumardji melabelinya Skuad Timnas U-22.

Argumen dari STY dalam pemilihan skuad U-22 ini adalah untuk jangka panjang, terutama untuk SEA Games 2025 Thailand. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Greg Satria

Sumber: PSSI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X