“ASEAN Cup adalah turnamen yang cukup besar dan menjadi bagian dari persiapan untuk SEA Games. "Para pemain muda ini memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan untuk membantu kemajuan sepak bola Indonesia di masa depan," kata Shin Tae-yong dilansir dari laman resmi PSSI.
Sejak kapan SEA Games lebih besar dari Piala AFF?
Timnas lain yang mempunyai ranking FIFA lebih tinggi seperti Thailand dan Vietnam menganggap hal ini terkesan meremehkan. Kedua negara tetap memanggil skuad terbaik di kompetisi ini.
Melihat laga Indonesia versus Laos yang bersakhir imbang 3-3, harus diakui bahwa kualitas skuad yang dibawa coach STY memang sulit, bukan tidak mungkin, untuk bersaing dengan dua negara di atas.
Tahu begitu, sang pelatih asal Korea Selatan memberikan komentar cukup kontroversial sebelum laga melawan Vietnam.
"Timnas Vietnam mempunyai keuntungan dibandingkan kami karena sebagian besar pemain adalah pilar timnas dan berpengalaman (serta) berpartisipasi dalam turnamen internasional sebelumnya. Tujuan Indonesia adalah untuk lolos Kualifikasi Piala Dunia. Kami akan memfokuskan semua sumber daya untuk tujuan itu. Kalau Indonesia mendapatkan hasil akhir yang buruk (saat menghadapi Vietnam), saya berharap pada suporter bisa mengerti,"
Baca Juga: Prediksi Lazio vs Inter Milan, Salah Satu Wajib Menang Untuk Membuka Kunci Persaingan Scudetto
3. Pilihan Pemain yang Berganti-ganti dari Tiga Laga Awal
Usai membahas pilihan pemain, secara teknis juga STY tidak mempunyai ketetapan pilihan pemain. Dalam tiga laga awal, tercatat ada beberapa pergantian komposisi di tiap lini.
Pada laga kedua melawan Laos di Stadion Manahan Solo (12/12/2024). Kakang Rudianto dan Raihan Hannan menjadi dua sorotan tajam selain pergantian kiper Cahya Supriadi yang diklaim cedera.
Terjadi lagi ketika melawan Vietnam, Achmad Syarif, Rivaldo Pakpahan, dan Michael Tata yang giliran dimainkan. Ya, bisa digantakan giliran karena sedari laga awal belum terlihat starting-eleven jelas dalam pilihan pemain di strategi 3-4-2-1 khas STY.
Di tiga laga ini terkesan STY melakukan "seleksi pemain utama", yang seharusnya sudah dilakukannya pada TC di Bali akhir November lalu.
Semoga empat poin yang sudah dihasilkan dalam tiga laga ini membuat PSSI dan terkhusus STY membuka matanya bahwa pendukung Timnas mayoritas kecewa dengan suguhan yang disajikan.