olahraga

Dibandingkan dengan Gianfranco Zola, Cole Palmer Mengaku Hanya Tahu Sang Legenda Lewat Game FIFA

Senin, 28 Oktober 2024 | 17:18 WIB
Cole Palmer beraksi saat Chelsea melawan Newcastle United (twitter/x @ChelseaFC)

KLIK SAJA - Kemenangan penting 2-1 yang didapatkan Chelsea atas Newcastle United, Minggu (27/10/2024) lalu, tentu tidak bisa lepas dari kecemerlangan Cole Palmer. Pemain 22 tahun yang menyabet Pemain Terbaik Inggris 2023/2024 mempersembahkan sebuah umpan kunci dan sebuah gol penentu kemenangan The Blues yang mengirim mereka naik ke peringkat 5 klasemen sementara Liga Inggris.

Baca Juga: Apesnya Arsenal, Bukayo Saka Comeback dengan Gol Cantik ke Gawang Liverpool, Malah Gabriel Magalhaes Gantian Terkapar

Pada laga di Stamford Bridge tersebut, pasukan Enzo Maresca berhasil unggul terlebih dahulu melalui Nicolas Jackson menit 18'. Sebuah visi luar biasa ditunjukkan Cole Palmer kala menerima bola dari lini belakang. Ia segera memberikan umpan terobosan jarak jauh kepada Pedro Neto yang berlari di sisi kiri. Akurasi umpan tersebut sangat jitu, sehingga Neto yang punya kemampuan sprint tinggal memberikan umpan tarik yang diselesaikan Nico Jackson dengan mudah.

Perlawanan sengit diberikan The Magpies, yang akhirnya menyamakan gol lewat Alexander Isak menit 32'. Sebuah set-play keren dari pasukan Eddie Howe dimulai dari umpan Dan Burn di lini belakang dan diproses oleh Sandro Tonali, Harvey Barnes, dan Lewis Hall di sisi kiri. Nama terakhir memberikan umpan tarik, yang tinggal disambut oleh sontekan Isak di depan gawang Robert Sanchez.

Dan akhirnya, Cole Palmer memasukkan namanya ke papan skor sekaligus penentu kemenangan Chelsea di menit 47'. Romeo Lavia sukses memenangkan perebutan bola di lini tengah dan segera memberikan bola kepada Palmer. Membawa bola hingga ke kotak penalti, pemain kelahiran Manchester ini segera menghujamkan bola yang tak bisa dihalau oleh Nick Pope.

Kemenangan 2-1 ini mengantar Chelsea kembali bersaing di papan atas. Jarak mereka hanya satu poin dari Aston Villa yang berada di rank 4, batas minimal berkompetisi di Liga Champions musim depan. Pada laga selanjutnya, duel Chelsea dan Newcastle United akan terulang lagi di ajang Carabao Cup. Namun pada babak 16 besar ini, giliran Chelsea yang akan dijamu Newcastle di St James Park, Kamis (31/10/2024) dini hari WIB.

Baca Juga: Kenan Yildiz, Penerus Alessandro Del Piero yang Bersinar Lewat Dua Golnya di Derby d'Italia

Disamakan dengan Gianfranco Zola, Cole Palmer Mengaku Hanya Tahu Lewat Rating Game FIFA

Sebelum laga Chelsea melawan Newcastle kemarin digelar, Gianfranco Zola yang juga menjadi pundit di sebuah stasiun televisi, memberikan pujian kepada Cole Palmer, terutama prestasinya di musim lalu yang cukup fenomenal. Pria yang sempat menjadi asisten Maurizio Sarri kala menukangi Chelsea ini mengagumi bagaimana visi Palmer, yang bahkan bisa berpikir mau melakukan apa sebelum mendapatkan bola.

Pujian ini disampaikan oleh wartawan pada Palmer selepas laga, yang menobatkan dirinya sebagai Man of The Match. Namun tanpa disangka, Cole Palmer tidak terlalu antusias dibandingkan dengan legenda Chelsea asal Italia tersebut. Ia mengaku hanya tahu Zola dari rating kartu Game FIFA yang ia mainkan.

"Saya tahu dia adalah ikon (Game) FIFA jadi dia pasti hebat. Sejujurnya saya tidak terlalu memperhatikannya bermain. Semua orang mengatakan dia pemain hebat, jadi terima kasih," kata Palmer yang berusia 22 tahun kepada Sky Sports dikutip dari Reuters.
 
Baca Juga: Real Madrid vs Barcelona 0-4, Teror Lewandowski dan Horor Babak Kedua di Santiago Bernabeu
 
Sebenarnya hal ini tidaklah terlalu mengejutkan, sebab perjodohan Cole Palmer dengan Chelsea juga terjadi di masa yang singkat. Tepatnya di awal musim lalu (2023/2024), manajer Mauricio Pochettino mendapatkan kesempatan dari pemilik klub Todd Boehly untuk merekrut satu pemain yang murni diincarnya. Ia lalu menyodorkan nama Cole Palmer milik Manchester City, yang bahkan sudah dimainkan Pep Guardiola di Piala Super Eropa 2024, Community Shield, dan laga perdana Premier League.
 
Satu alasan transfer ini bisa terwujud, adalah keinginan Cole Palmer untuk menjadi pemain penting dalam sebuah klub. Di Manchester City, kala itu ia masih berada pada pilihan keempat pemain sayap setelah Phil Foden, Jack Grealish, Bernardo Silva, dan Jeremy Doku. Pochettino punya jasa besar untuk menyanggupinya menjadi pemain inti, dan sisanya adalah sejarah.
 
Jadi, pantas saja sih jika Cole Jermaine Palmer tidak terlalu akrab ataupun mengenal sosok legenda Chelsea, Gianfranco Zola. Jikalau ia mampu bertahan di London dan menjadi legenda klub layaknya Frank Lampard, otomatis dia akan bersanding dengan Zola dalam satu circle baru, legenda klub.

Tags

Terkini