Vinicius Jr memperoleh peluang sah menit 22', tetapi sepakannya melebar. Calon kuat peraih Ballon d'Or 2024 tersebut bisa membawa bola masuk ke kotak penalti, mengecoh Jules Kounde dan Pau Cubarsi, tetapi finishingnya terlalu melebar dari sasaran.
Kylian Mbappe sempat cetak gol menit 30', namun dianulir oleh VAR. Umpan terobosoan Lucaz Vazquez tepat di antara dua bek, berhasil meloloskan Mbappe untuk menaklukkan Inaki Pena dari jarak dekat. Namun setelah tinjauan VAR, dibuktikan bahwa kaki sudah mendahului Inigo Martinez saat umpan Vazquez dilakukan. Babak pertama pun ditutup tanpa gol oleh kedua tim.
Paruh kedua adalah momen berbaliknya semua yang terjadi di awal laga. Hansi Flick sukses menerakan antitesis sergapan umpan terobosan pasukan Carlo Ancelotti. Kunci keberhasilannya, adalah memasukkan Frenkie de Jong menggantikan Fermin Lopez usai jeda.
Gol pembuka Robert Lewandowski terjadi menit 54'. Umpan membelah pertahanan yang sebelumnya dilakukan Real Madrid, malah sukses dilakukan Marc Casado kepada Lewandowski. Tembakan pemain 36 tahun itu dengan mulus mengarah ke kiri bawah gawang dari Andriy Lunin.
Teror Lewy menghasilkan gol kembali di menit 56'. Umpan crossing Alejandro Balde dari sisi kiri sukses ditanduk penyerang Polandia ke tiang jauh. Hansi Flick terlihat sangat bergembira, sebab strateginya di babak kedua sukses besar.
Menit 66' Lewandowski hampir saja menetak hattrick jika tidak digagalkan tiang gawang. Dani Olmo memberikan umpan terobosan kepada Raphinha di tengah lapangan. Winger Brasil tersebut membawa bola masuk ke kotak penalti untuk disodorkan pada Lewy. Sayang, incarannya di titik yang sama dengan kedua gol sebelumnya malah mencium tiang gawang.
Raphinha akhirnya sukses menuliskan namanya sebagai pemberi assist untuk gol Lamine Yamal menit 77'. Memotong umpan di depan Lucaz Vazquez, Raphinha melakukan cut-in sebelum menyodorkan bola yang dihajar Lamine Yamal lewat tembakan kaki kanannya. Bagi Yamal, gol ini kembali menempatkan namanya di buku rekor sebagai pemain termuda yang mencetak gol di El Clasico, saat usainya baru 17 tahun 106 hari!
Raphinha akhirnya menutup laga malam ini dengan gol di menit 84'. Umpan panjang Inigo Martinez dari lini belakang bisa membebaskannya, untuk tinggal melakukan lob di atas kepala Andriy Lunin.
Sayangnya, terjadi kericuhan di bench usai gol ini terjadi. Carlo Ancelotti terlihat marah dan memprotes kepada Hansi Flick atas perangai salah satu asisten Flick yang merayakan gol berlebihan ke arah bangku pemain cadangan tuan rumah. Flick pun mengakui hal tersebut, dan masalah akhirnya terselesaikan.
Robert Lewandowski Benar-benar Terlahir Kembali
Dua gol yang dilesakkan Lewandowski pada laga ini, benar-benar mengaskan ia terlahir kembali musim ini di bawah asuhan Hansi Flick. Total sudah 14 gol ia cetak di La Liga, sangat jauh meninggalkan pesaing terdekatnya Ayoze Perez dengan 7 gol.
Gelar Man of The Match juga menjadi jejaknya di El Clasico malam tadi. Kegarangan Antonio Rudiger dan Eder Militau tak berbekas, sebab ia bermain dengan skema taktik yang mengandalkan visi permainan.
Sentuhan Lewy malam tadi hampir selalu hasilkan emas. Bahkan ada momen di babak kedua, ia melakukan umpan akrobatik untuk memberi umpan pada Lamine Yamal, namun sayang tidak bisa terkonversi menjadi gol.
Patut dilihat, bagaimana akhir musim ini tertulis untuk Robert Lewandowski. Jika ia bisa mempertahankan performa ini dan Barcelona bergelimang gelar, maka Ballon d'Or yang "hilang" untuknya di tahun 2020 bisa saja digenggam tahun depan.