olahraga

Roberto Mancini dan Arab Saudi Pisah Resmi Jalan, Korban Kedua dari King Indo?

Jumat, 25 Oktober 2024 | 07:38 WIB
Roberto Mancini ketika menangani Timnas Arab Saudi (Saudi gazette sport)

KLIK SAJA - Kamis (24/10/2024), sepak bola Asia dikejutkan oleh kabar pemutusan kerja sama antara Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) dengan manajer asal Italia, Roberto Mancini. Keputusan ini datang setelah performa kurang memuaskan Arab Saudi di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Arab Saudi, yang tergabung di Grup C bersama Indonesia, hanya mampu menduduki peringkat ketiga dengan koleksi 5 poin dari empat pertandingan. Yang menarik, Mancini bukan satu-satunya pelatih yang angkat kaki usai menghadapi Indonesia. Sebelumnya, Graham Arnold juga dilengserkan dari kursi kepelatihan Timnas Australia setelah meraih hasil imbang melawan skuad Garuda. Apakah "King Indo" benar-benar menjadi faktor di balik perombakan besar ini?

Roberto Mancini resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Arab Saudi pada Agustus 2023. Sebelumnya, Mancini dikenal sebagai salah satu pelatih top Eropa dengan pengalaman menangani tim-tim besar seperti Inter Milan, Manchester City, dan tentu saja Timnas Italia, yang ia bawa meraih gelar juara Euro 2020. Harapan besar pun disematkan kepada Mancini untuk mengangkat performa Arab Saudi, terutama setelah prestasi mengejutkan mereka di Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana mereka berhasil mengalahkan Argentina di fase grup.

BACA JUGA : Rest in Peace Om Rudy William Keltjes, Franz Beckenbauer-nya Indonesia

Namun, perjalanan Mancini bersama Arab Saudi ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Meskipun memiliki pengalaman melatih di level tertinggi, Mancini tampaknya kesulitan beradaptasi dengan dinamika sepak bola Asia dan budaya sepak bola di Arab Saudi. Hasil-hasil yang diraih pun tak sebanding dengan ekspektasi besar publik dan federasi.

Dalam empat pertandingan terakhir di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Arab Saudi meraih satu kemenangan, dua kali imbang, dan satu kali kalah. Mereka hanya berhasil mengumpulkan 5 poin dan tercecer di peringkat ketiga grup, di bawah Jepang dan Australia. Kegagalan Arab Saudi mengalahkan Indonesia dalam pertemuan yang berakhir imbang 1-1 (6/9/2024) dan hasil imbang terbaru 0-0 melawan Bahrain (16/10/2024), disebut menjadi pertimbangan krusial yang mempercepat perpisahan Mancini dengan Arab Saudi.

BACA JUGA : Gol Kung-fu Erling Haaland vs Zlatan Ibrahimovic, Mana yang Lebih Berkelas?

Akumulasi Perbedaan Pendapat dan Hasil Buruk

Sejak awal, hubungan antara Mancini dan Federasi Sepak Bola Arab Saudi tampak kurang harmonis. Meskipun mendapatkan gaji besar dan fasilitas mewah, Mancini dikabarkan kesulitan mendapatkan dukungan penuh dari para petinggi federasi. Perbedaan pandangan tentang strategi dan visi pengembangan tim menjadi salah satu sumber ketegangan.

Saudi Pro League yang sedang berkembang pesat dengan adanya Cristiano Ronaldo cs, menjadi pembeda opini kedua pihak. Masuknya bintang-bintang dunia di klub besar Arab Saudi, otomatis mereduksi kesempatan bermain bagi talenta lokal Arab Saudi. Mungkin, hanya kapten Al Hilal, Salem Al Dawsari saja yang punya status sebagai pemain penting di dalam tim besar tersebut.

Tak hanya itu, hasil buruk di Piala Asia 2023 juga menjadi salah satu bahan evaluasi keduanya. Hanya bisa lolos hingga babak 16 besar, Timnas Arab Saudi dikalahkan Korea Selatan via adu tendangan penalti. Melanjutkan melatih di Kualifikasi Piala Dunia 2026, secara permainan juga tidak ada peningkatan signifikan dari Ali Lajami dkk.

BACA JUGA : Alert! Atletico Madrid Kandas 1-3 dari Lille di Kandang, Tanda Diego Simeone Mulai Kehilangan Magisnya?

Australia dan Arab Saudi, Sama-sama Korban King Indo?

Yang menarik, Roberto Mancini bukan satu-satunya korban perombakan pelatih usai menghadapi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sebelumnya, pelatih Timnas Australia, Graham Arnold, juga harus lengser setelah hasil imbang 0-0 melawan Indonesia. Dalam laga tersebut, Maarten Paes dkk menunjukkan ketangguhan luar biasa, membuat Australia gagal meraih kemenangan yang seharusnya bisa didapat dengan mudah di atas kertas.

Meski sulit dikatakan bahwa hasil melawan Indonesia adalah satu-satunya alasan di balik pergantian pelatih ini, tak bisa dipungkiri bahwa hasil imbang tersebut membuat tekanan terhadap Mancini dan Arnold semakin besar. Indonesia, yang dianggap sebagai tim underdog, kini mampu menunjukkan diri sebagai lawan yang sulit dihadapi. Ketangguhan dan organisasi permainan Indonesia di bawah asuhan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, telah mengganggu tim-tim besar di grup.

Bagi Australia dan Arab Saudi, hasil imbang melawan Indonesia tak hanya menurunkan posisi mereka di klasemen, tetapi juga membuat para pengambil keputusan mempertanyakan masa depan pelatih mereka. Bagi federasi, kegagalan meraih kemenangan melawan tim yang di atas kertas dianggap lebih lemah menjadi sinyal bahwa ada masalah serius dalam strategi tim. Hal ini akhirnya memicu pergantian pelatih di kedua tim besar Asia tersebut.

BACA JUGA : Hattrick Raphinha dan Visi Fermin Lopez Hapus Rekor Buruk Blaugrana dari Die Roten

Halaman:

Tags

Terkini