KLIK SAJA - Dalam kondisi yang masih seimbang setelah leg pertama pekan lalu, Roma dan Bologna akan menentukan hasil duel sesama tim Italia di Liga Europa pada Kamis waktu setempat, saat kembali bertemu di Stadio Olimpico.
Keduanya memperebutkan tiket ke perempat final—di mana Lille atau Aston Villa sudah menanti—setelah pertemuan pertama babak 16 besar berakhir imbang 1-1.
Pada Kamis malam, hanya akan tersisa satu wakil Italia di Liga Europa musim ini, karena dua tim Serie A yang tersisa harus saling berhadapan.
Roma berhasil bangkit dari ketertinggalan untuk menyamakan kedudukan pada leg pertama di Stadio Dall’Ara, ketika Lorenzo Pellegrini membalas gol pembuka indah Federico Bernardeschi. Kedua tim juga sempat membentur mistar gawang.
Meski lebih banyak tertekan saat bermain di Bologna, perjalanan Roma di kompetisi Eropa sejauh ini berjalan cukup mulus, setelah mereka menghindari babak playoff yang berpotensi berbahaya dengan finis di posisi kedelapan fase liga.
Roma pernah dua kali menjadi runner-up kompetisi tingkat kedua UEFA ini, yaitu pada 1991 dan 2023. Mereka juga menjuarai edisi perdana Conference League pada 2022 saat masih dilatih Jose Mourinho.
Saat ini, Roma juga ditangani pelatih yang berpengalaman meraih gelar Liga Europa, yakni Gian Piero Gasperini, yang sukses membawa Atalanta menjadi juara kurang dari dua tahun lalu.
Namun, saat menghadapi sesama klub Italia di kompetisi Eropa, catatan Roma cukup beragam: mereka pernah kalah di final Piala UEFA dari Inter Milan, tersingkir oleh Fiorentina di Liga Europa 2014-15, lalu menyingkirkan AC Milan pada edisi 2024.
Menjelang leg penentuan ini, performa Roma di Serie A justru sedang menurun. Mereka mulai kehilangan posisi di zona Liga Champions.
Setelah gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat ditahan imbang Juventus, tim asuhan Gasperini kembali tergelincir dengan kekalahan di Genoa, lalu pulang tanpa poin dari laga tandang ke markas Como.
Meski Donyell Malen sempat mencetak gol lewat penalti di awal pertandingan, kartu merah untuk Wesley membuat Roma akhirnya kalah 2-1, sehingga lawan mereka naik ke posisi empat besar dengan keunggulan tiga poin.
Sebaliknya, Bologna justru meraih hasil positif di Serie A akhir pekan lalu. Mereka menang dalam laga sulit melawan rival regional, Sassuolo, berkat gol cepat Thijs Dallinga pada menit keenam.
Kemenangan itu mengangkat posisi mereka ke peringkat kedelapan, meski perjalanan musim ini tidak mulus sejak performa mereka menurun pada November. Bologna sudah menelan 11 kekalahan di liga—tiga lebih banyak dibandingkan total kekalahan musim lalu.
Setelah sempat mencatat lima kemenangan beruntun di semua kompetisi, tim asuhan Vincenzo Italiano kembali menunjukkan inkonsistensi, sesuatu yang tentu menjadi perhatian bagi sang pelatih.