KLIK SAJA - Club Brugge akan menjamu Atletico Madrid pada Rabu malam waktu setempat untuk leg pertama babak playoff Liga Champions di Jan Breydel Stadium, Bruges.
Kedua tim berambisi mengamankan tempat di babak 16 besar setelah gagal lolos otomatis dari fase liga, sehingga laga ini diprediksi berlangsung sengit dan berimbang.
Club Brugge memasuki pertandingan ini dengan tekad memperpanjang kiprah mereka di Eropa setelah nyaris gagal melaju otomatis dari fase liga.
Wakil Belgia tersebut finis di peringkat ke-19 klasemen dengan 10 poin dari delapan pertandingan, mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan — catatan yang mencerminkan daya saing sekaligus inkonsistensi mereka di level kontinental.
Di kompetisi domestik, tim asuhan Ivan Leko menunjukkan performa yang cukup menjanjikan, termasuk kemenangan 2-1 atas Cercle Brugge pada laga terakhir mereka.
Hasil tersebut membuat mereka meraih empat kemenangan dari lima pertandingan terakhir di semua ajang.
Performa kandang mereka di Liga Champions juga terbilang solid, dengan dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dari empat laga.
Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Marseille pada laga terakhir Liga Champions menjadi bukti kemampuan mereka tampil maksimal saat menghadapi lawan kuat ketika semuanya berjalan sesuai rencana.
Meski demikian, lini pertahanan masih menjadi perhatian setelah kebobolan 17 gol dan hanya mencetak 15 gol di kompetisi Eropa musim ini, sehingga mereka memiliki selisih gol negatif.
Sementara itu, Los Colchoneros bertandang ke Belgia dengan tekad bangkit usai kekalahan mengecewakan 3-0 dari Rayo Vallecano di La Liga.
Hasil tersebut datang setelah kemenangan telak 4-0 atas Barcelona di Copa del Rey, yang kembali menegaskan inkonsistensi yang mewarnai perjalanan mereka musim ini.
Laga terakhir mereka di fase liga Liga Champions berakhir dengan kekalahan kandang 2-1 dari Bodo/Glimt, semakin menunjukkan ketidakpastian performa mereka di Eropa musim ini.
Dengan 13 poin dari delapan pertandingan, Atletico finis di posisi ke-14 klasemen dengan catatan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Tim asuhan Diego Simeone menunjukkan potensi tajam di lini serang dengan mencetak 17 gol, tetapi juga kebobolan 15 gol — mencerminkan pergeseran bertahap dari struktur pertahanan kokoh yang selama ini menjadi ciri khas mereka.