Musim ini, Juventus menutup fase liga dengan hasil imbang 0-0 di Monaco, mengoleksi 13 poin dan finis di posisi ke-13—tujuh tingkat di atas Galatasaray.
Si Nyonya Tua pun mencapai fase gugur Liga Champions untuk ke-10 kalinya dalam 12 musim terakhir, namun mereka menargetkan langkah lebih jauh musim ini.
Pelatih anyar Luciano Spalletti mencatat 10 kemenangan dan hanya dua kekalahan dari 16 pertandingan terakhirnya di level tertinggi Eropa, bersama Inter Milan, Napoli, dan kini Juventus.
Sejak kedatangannya pada November, Juventus tak terkalahkan dalam lima laga terakhir—dengan tiga clean sheet beruntun. Namun, performa tandang mereka masih belum meyakinkan. Di fase liga, mereka hanya meraih lima poin dari empat laga tandang, serta kalah di Cagliari, Bergamo, dan Milan sejak pertengahan bulan lalu.
Pada Sabtu malam, Juventus kembali menelan kekalahan dramatis 2-3 dari rival lama mereka, Inter Milan, dalam Derby d’Italia di San Siro.
Meski sempat bangkit setelah bermain dengan 10 orang, mereka tetap harus mengakui keunggulan lawan—hasil yang menghambat upaya finis di empat besar Serie A.
Kondisi Tim dan Prediksi
Okan Buruk sebelumnya memuji duet lini depan produktifnya—Icardi dan mantan striker Napoli, Victor Osimhen.
Namun, masih belum pasti apakah ia akan menurunkan keduanya sejak awal atau memilih pendekatan lebih hati-hati.
Icardi tampil tajam dalam beberapa pekan terakhir, sementara Osimhen—yang hanya butuh dua gol lagi untuk menyamai rekor gol Galatasaray dalam satu musim Liga Champions—telah mencetak gol dalam lima dari enam laga liga terakhirnya.
Gabriel Sara kemungkinan akan dimainkan untuk memperkuat lini tengah, dengan Ilkay Gundogan didorong lebih ke depan. Sementara itu, Mario Lemina harus absen karena skorsing.
Tuan rumah juga kehilangan Metahan Baltaci akibat sanksi terkait skandal taruhan. Namun, winger Jerman Leroy Sane telah kembali berlatih penuh dan berpeluang tampil, bersama rekrutan anyar Noa Lang.
Di kubu Juventus, hanya dua striker yang absen karena cedera, yakni Dusan Vlahovic dan Arkadiusz Milik. Gelandang kunci Khephren Thuram diperkirakan pulih dari cedera memar tulang yang membuatnya absen di Derby d’Italia.
Tanpa Vlahovic, Jonathan David diprediksi akan menjadi ujung tombak tunggal, didukung pemain muda andalan Kenan Yildiz.
Bermain di kandang sendiri, penyerang Turki itu telah menciptakan 12 peluang dan mencatatkan 16 dribel sukses di Liga Champions musim ini.