KLIK SAJA - Setelah sukses di ajang Coppa Italia, Como yang berada di peringkat keenam akan menjamu Fiorentina yang sedang berjuang di Serie A di Stadion Sinigaglia pada Sabtu waktu setempat.
Tim berjuluk Lariani itu baru saja mencapai semifinal Coppa Italia setelah mengalahkan Napoli — dan mereka kini membidik tiket ke kompetisi Eropa — sementara tamu mereka, La Viola, tengah berjuang untuk bertahan di kasta tertinggi.
Kurang dari dua tahun sejak promosi dari Serie B, Como sudah bersaing untuk finis di empat besar — dan juga berpeluang meraih gelar Coppa Italia pertama mereka.
Perjalanan klub asal Lombardia itu di ajang piala berlanjut dengan kemenangan dramatis atas Napoli pada Selasa malam, setelah sebelumnya menyingkirkan Sudtirol, Sassuolo, dan Fiorentina.
Setelah bermain imbang di Stadion Maradona pada awal November, Cesc Fabregas melihat timnya kembali menahan juara bertahan Serie A dengan skor 1-1 dalam laga yang menegangkan, sebelum akhirnya menang 7-6 melalui adu penalti.
Kiper asal Belgia, Jean Butez, menjadi pahlawan Lariani dengan penyelamatan gemilang atas penalti terakhir Napoli, yang memastikan tempat di semifinal dua leg melawan Inter Milan.
Sebelumnya, Como mencetak 12 gol dalam tiga kemenangan beruntun sebelum ditahan Atalanta BC.
Mereka gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain selama lebih dari 80 menit, ketika bintang tim Nico Paz gagal mengeksekusi penalti pada masa tambahan waktu.
Setelah bangkit dan mencapai semifinal piala pertama mereka dalam 40 tahun, Como kini memburu kemenangan ketujuh dari 10 pertandingan serta clean sheet keempat berturut-turut di Serie A.
Sementara itu, meski Fiorentina menang 2-0 dalam kunjungan terakhir mereka ke Sinigaglia, musim ini mereka kalah 2-1 di pertemuan sebelumnya dan kembali takluk pada laga Coppa Italia bulan lalu di Stadion Franchi.
La Viola saat ini tertinggal 23 poin dari tuan rumah di klasemen Serie A, dengan kedua klub melaju dalam arah yang berlawanan.
Como bermimpi tampil di Liga Champions, sedangkan Fiorentina menghadapi perjuangan tak terduga untuk bertahan di Serie A, setelah kalah dalam setengah dari pertandingan liga mereka sejauh ini.
Meski sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah paruh pertama musim yang buruk, tiga kekalahan beruntun membuat mereka kembali terperosok ke zona degradasi.
Rangkaian hasil itu diikuti hasil imbang 2-2 melawan Torino pekan lalu, ketika tim asuhan Paolo Vanoli sempat bangkit dari ketertinggalan namun kembali kebobolan gol penyeimbang di menit-menit akhir.