KLIK SAJA - Tuan rumah Indonesia mencatatkan sejarah pada Kamis malam dengan menumbangkan Jepang lewat laga dramatis yang berakhir 5–3 setelah perpanjangan waktu pada babak semifinal Piala Asia Futsal AFC 2026.
Kemenangan ini mengantarkan Indonesia ke final untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di ajang tersebut.
Di partai puncak, Indonesia akan menantang Iran, sang juara bertahan, yang sebelumnya menyingkirkan Irak dengan skor 4–2 di semifinal lainnya.
Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung yang memadati Indonesia Arena, Jakarta, skuad Merah Putih tampil penuh percaya diri sejak awal laga.
Indonesia unggul cepat 2–0 dalam 23 menit lewat gol Samuel Eko dan Ardiansyah Nur, membuat atmosfer stadion bergemuruh.
Namun, Jepang—tim dengan segudang pengalaman dan empat gelar Asia—tidak tinggal diam.
Mereka memperkecil ketertinggalan pada menit ke-31 melalui Takehiro Motoishi, yang menjadi awal kebangkitan Samurai Five.
Lima menit jelang waktu normal berakhir, Kazuya Shimizu melepaskan tembakan dari sisi lapangan yang mengubah skor menjadi 2–2, memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.
Di extra time, Indonesia menunjukkan mental juara. Tiga gol tambahan berhasil dicetak untuk memastikan kemenangan 5–3, sekaligus mengakhiri perlawanan Jepang dan membuka jalan menuju final bersejarah.
Kemenangan ini tentunya sangat mengejutkan berbagai pihak, dikarenakan Jepang memiliki ekosistem futsal paling termaju di asia dan dunia, berikut profil ‘Samurai Five’ yang dikalahkan punggawa Timnas Futsal Indonesia.
Profil Singkat Tim Nasional Futsal Jepang
Tim nasional futsal Jepang yang dijuluki Samurai Five, merupakan salah satu kekuatan terbesar futsal Asia.
Tim ini berada di bawah naungan Japan Football Association (JFA) dan dikenal dengan gaya bermain yang mengandalkan teknik tinggi, kecepatan, serta disiplin taktik.
Gaya bermain timnas Futsal Jepang dikenal sangat presisi dan mengandalkan riset setiap pergerakan pemainnya dengan teknologi komputer.