KLIK SAJA- Berupaya membalikkan ketertinggalan dua gol dari leg pertama, juara bertahan Piala EFL, Newcastle United, akan bertandang ke Stadion Etihad untuk menghadapi Manchester City dalam laga leg kedua yang menarik pada Rabu malam waktu setempat.
Pemenang dari duel sesama klub Liga Inggris ini akan menghadapi Arsenal atau Chelsea di partai final yang digelar di Stadion Wembley pada 22 Maret.
Manchester City berada di posisi yang sangat menguntungkan untuk melangkah ke final piala domestik ke-23 mereka di Wembley di bawah asuhan Pep Guardiola, setelah meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Newcastle pada leg pertama di St James’ Park tiga pekan lalu, berkat gol dari Antoine Semenyo dan Rayan Cherki.
The Citizens hanya sekali gagal mencapai final Piala EFL setelah memenangkan leg pertama semifinal dari enam kesempatan sebelumnya, yakni saat kalah dari rival sekota Manchester United pada musim 2009-10.
Kini, mereka mengincar gelar Piala EFL pertama sejak musim 2020-21. Hanya Liverpool (10 gelar) yang lebih sering menjuarai kompetisi ini dibanding City (delapan gelar).
Sejak kemenangan di leg pertama tersebut, performa tim asuhan Guardiola mengalami penurunan (W2 D1 L2).
Teranyar, mereka harus puas dengan hasil imbang 2-2 melawan Tottenham Hotspur di Liga Inggris pada Minggu lalu di London Utara. Itu merupakan kali pertama sejak April 2018 Manchester City unggul dua gol atau lebih di babak pertama tetapi gagal memenangkan pertandingan (kalah 2-3 dari Manchester United).
Di Liga Inggris musim ini, City telah mencetak enam gol tanpa balas di babak pertama, namun kebobolan enam gol di babak kedua tanpa mencetak satu pun gol pada tahun 2026.
Kolapsnya mereka saat menghadapi Spurs menegaskan bahwa performa babak kedua menjadi perhatian serius bagi Guardiola, terlebih City kini tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen sekaligus rival juara, Arsenal, dengan 14 pertandingan tersisa.
Meski demikian, Manchester City menyambut kembalinya laga di Etihad dengan penuh percaya diri.
Mereka telah memenangkan 14 dari 18 pertandingan kandang di semua kompetisi musim ini (D2 L2), serta selalu menang dalam 11 laga kandang terakhir melawan Newcastle dengan agregat skor 37-3, termasuk kemenangan 4-0 di Liga Inggris pada Februari 2025.
Newcastle memulai upaya mempertahankan gelar Piala EFL dengan kemenangan atas Bradford, Tottenham, dan Fulham.
Namun, catatan 10 kemenangan beruntun mereka di kompetisi ini—sejak awal musim 2024-25—terhenti setelah kalah di kandang sendiri dari Manchester City pada leg pertama semifinal.
Kebobolan gol kedua pada menit ke-98 menjadi “pukulan telak” bagi The Magpies, tetapi menurut pelatih kepala Eddie Howe, hal tersebut “belum mematikan”.