Konsistensi di berbagai laga kompetitif memberi rasa percaya diri menjelang laga pembuka fase grup, meski harus menerima kabar kurang baik akibat cedera penyerang andalan Sébastien Haller jelang turnamen.
Pemanggilan kembali pemain berpengalaman seperti Wilfried Zaha serta peran penting gelandang Franck Kessié membantu menjaga keseimbangan tim.
Namun, winger Sunderland Simon Adingra, yang tampil menonjol dalam kampanye juara AFCON 2023, secara mengejutkan tidak masuk dalam skuad.
Secara historis, Pantai Gading memiliki rekor superior atas Mozambik.
Dari tujuh pertemuan di semua ajang, Pantai Gading tidak pernah kalah, dengan catatan lima kemenangan dan dua hasil imbang, mencetak 13 gol dan hanya kebobolan dua kali.
Pertemuan terbaru terjadi di kualifikasi Piala Dunia 2022, saat Pantai Gading bermain imbang 0–0 di Maputo sebelum menang 3–0 di kandang.
Mozambik memasuki AFCON 2025 dengan misi menantang sejarah dan melampaui ekspektasi saat menghadapi juara bertahan.
Mereka lolos ke turnamen ini dengan finis di posisi kedua grup kualifikasi di belakang Mali, memastikan penampilan beruntun di Piala Afrika dan menandai perkembangan stabil sepak bola mereka di level kontinental.
Dalam enam laga kompetitif terakhir, Mozambik mencatat dua kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan, dengan tujuh gol tercipta dan sembilan kali kebobolan.
Mereka sempat kalah dari Maroko dalam laga uji coba November, sebelum bermain imbang 2–2 melawan Chad.
Di kualifikasi Piala Dunia, Mozambik meraih kemenangan tipis 1–0 atas Somalia dan menang 2–0 melawan Botswana, tetapi kalah dari Guinea dan Uganda, yang menunjukkan kelemahan defensif saat menghadapi lawan kuat.
Tim asuhan Chiquinho Conde belum pernah melampaui fase grup dalam sejarah keikutsertaan mereka di AFCON, meski sudah tampil lima kali di putaran final.
Lolos ke edisi 2025 menjadi bukti konsistensi, namun tantangan berikutnya adalah menerjemahkan kelolosan tersebut menjadi hasil kompetitif di panggung utama.
Mozambik juga memanggil winger veteran Dominguez yang berusia 42 tahun. Jika dimainkan, ia akan menjadi pemain tertua kedua dalam sejarah AFCON, setelah kiper Mesir Essam El Hadary yang tampil di usia 44 tahun pada edisi 2017.
Skuad Mozambik memadukan pengalaman dan energi muda. Bek senior Mexer memimpin lini belakang bersama Reinildo, sementara pemain menyerang seperti Geny Catamo diharapkan memberi kreativitas dan daya gedor.