KLIK SAJA - Dua tim yang berambisi menembus empat besar Serie A akan saling berhadapan di Stadion Olimpico pada Senin mendatang, saat AS Roma menjamu Como di ibu kota Italia.
Kedua klub tengah bersaing ketat dengan tim-tim elite tradisional demi tiket Liga Champions. Saat ini, Roma hanya unggul tiga poin atas Como di klasemen sementara.
Setelah sempat memuncaki klasemen pada akhir November, performa Roma justru menurun.
Mereka menelan dua kekalahan beruntun di liga tanpa mampu mencetak gol, seiring krisis penyerang yang mulai terasa dampaknya.
Roma kalah 0-1 di kandang dari juara bertahan Napoli, lalu kembali tumbang dengan skor serupa saat bertandang ke markas Cagliari pekan lalu. Kartu merah Zeki Celik di babak kedua terbukti menjadi titik balik yang merugikan.
Kekalahan tersebut membuat Roma semakin menjauh dari puncak klasemen Serie A. Dari seluruh tim di paruh atas klasemen, pasukan Gian Piero Gasperini menjadi yang paling minim mencetak gol, dengan total hanya 15 gol.
Di kandang sendiri, sebelum kedatangan Como, Roma baru mencetak tujuh gol.
Lini depan Roma memang sedang bermasalah. Artem Dovbyk, Paulo Dybala, dan Evan Ferguson bergantian mengalami cedera dan penurunan performa.
Namun, lini belakang justru tampil solid dan menjaga peluang Roma finis di empat besar tetap terbuka.
Dengan hanya kebobolan delapan gol, Roma memiliki pertahanan terbaik di Serie A musim ini—catatan terbaik mereka pada tahap kompetisi ini dalam 12 tahun terakhir.
Pada Kamis malam lalu, Roma kembali mencatatkan clean sheet saat menang 3-0 atas Celtic di Glasgow.
Evan Ferguson mencetak dua gol di babak pertama. Kemenangan tersebut membawa Roma semakin dekat ke fase gugur Liga Europa, hanya terpaut satu poin dari zona lolos otomatis.
Roma kini harus menghadapi rival domestik yang juga membidik posisi empat besar. Secara historis, Como hanya sekali menang dalam 13 laga tandang Serie A melawan Roma—kemenangan 1-0 pada April 1950. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi musim lalu, saat Roma menang 2-1.
Setelah promosi kembali ke Serie A musim lalu, Como—yang dikenal sebagai klub dengan belanja besar sokongan dari Bos Djarum Indonesia—menikmati awal musim terbaik sepanjang sejarah mereka.