KLIK SAJA - Terpuruk di dasar klasemen Liga Champions, Ajax Amsterdam akan menjamu Galatasaray di Johan Cruyff Arena pada laga pekan keempat, Rabu malam waktu setempat, dengan target menghindari kekalahan keempat beruntun.
Tim asuhan Johnny Heitinga menjadi klub dengan kebobolan terbanyak (11 gol) setelah tiga pertandingan, sekaligus paling sedikit mencetak gol (hanya satu).
Catatan itu menyoroti betapa beratnya perjuangan mereka di pentas Eropa, terutama saat menghadapi lawan yang tengah dalam performa menanjak usai menumbangkan Liverpool dan Bodo/Glimt secara beruntun.
Performa tidak konsisten Ajax kembali terlihat akhir pekan lalu setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Heerenveen di Amsterdam.
Hasil itu membuat De Joden baru mencatat satu kemenangan dalam enam laga terakhir di semua kompetisi.
Meski sempat diprediksi akan tampil lebih tajam di liga domestik, hasil imbang tersebut memperlihatkan penurunan performa De Godenzonen setelah awal musim yang menjanjikan di bawah Heitinga.
Di Eredivisie, mereka hanya mampu meraih dua kemenangan dalam enam laga terakhir, dan performa di Eropa justru lebih buruk lagi dengan tiga kekalahan beruntun.
Tiga kekalahan itu termasuk kekalahan telak dari Marseille (0-4) dan Chelsea (1-5), setelah sebelumnya takluk 0-2 dari Inter Milan, finalis musim lalu.
Baca Juga: Prediksi Qarabag FK Vs Chelsea, Tekad The Blues Raih Kemenangan Ketiga Beruntun di Azerbaijan
Rentetan hasil negatif itu menempatkan raksasa Belanda di dasar klasemen fase liga dengan 36 peserta — posisi yang jelas mengkhawatirkan menjelang laga melawan Galatasaray yang sedang dalam tren positif.
Tim asuhan Okan Buruk datang ke Amsterdam dengan catatan delapan laga tak terkalahkan di semua ajang. Rentetan itu dimulai setelah kekalahan 1-5 dari Eintracht Frankfurt di laga pembuka.
Sejak itu, Yellow Reds bangkit dengan kemenangan atas Liverpool dan Bodo/Glimt di dua laga berikutnya.
Kini, Galatasaray membidik kemenangan ketiga beruntun di Liga Champions. Harapan mereka banyak bertumpu pada striker andalan Victor Osimhen, yang sudah mencetak tiga gol di kompetisi ini.
Osimhen menjadi tumpuan utama setelah mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1 atas Bodo/Glimt, memperpanjang rekor mencetak golnya menjadi tujuh laga Eropa berturut-turut dengan total sembilan gol dalam periode tersebut.