KLIK SAJA - Sedang dalam performa luar biasa di kompetisi domestik dan Eropa, Arsenal berambisi mempertahankan rekor sempurna mereka di Liga Champions saat bertandang ke markas Slavia Praha, Selasa malam waktu setempat.
Sang raksasa London baru saja menggilas Atletico Madrid 4–0 pada matchday ketiga, sementara Slavia mampu menahan imbang Atalanta BC tanpa gol di laga sebelumnya.
Arsenal tampil efisen dan dominan kala menjamu Atletico di Emirates Stadium.
Dalam waktu hanya 13 menit, pasukan Mikel Arteta tampil kejam dengan mencetak empat gol ke gawang tim asuhan Diego Simeone.
Gol pembuka dari Gabriel Magalhães lewat situasi bola mati membuka pesta gol Arsenal, yang kemudian dilanjutkan oleh Gabriel Martinelli dan dua gol dari Viktor Gyökeres untuk menutup kemenangan telak 4–0.
Kemenangan itu membuat Arsenal menjadi satu dari hanya dua tim yang belum kebobolan sama sekali di Liga Champions musim ini — bersama Inter Milan.
Saat ini, The Gunners menempati peringkat keempat di klasemen fase liga, hanya di bawah Inter, Bayern Munich, dan Paris Saint-Germain, posisi yang cukup aman untuk lolos otomatis ke babak 16 besar.
Dominasi Arsenal di Eropa juga terlihat jelas: mereka telah memenangkan tujuh laga fase liga terakhir secara beruntun dan tak terkalahkan dalam 10 pertemuan melawan tim asal Republik Ceko, dengan delapan di antaranya berakhir dengan kemenangan.
Baca Juga: Prediksi Napoli Vs Eintracht Frankfurt, Akankah Terjadi Hujan Gol di Stadio Diego Armando Maradona?
Di level domestik, performa Arsenal juga tak kalah menakutkan. Kemenangan 2–0 atas Burnley akhir pekan lalu menjadi kemenangan kesembilan beruntun di Premier League, sekaligus clean sheet ketujuh secara beruntun yang semakin memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen.
Dengan performa yang nyaris sempurna, Arsenal kini tampak sangat realistis mengejar gelar ganda — Premier League dan Liga Champions musim ini.
Berbeda dengan tamunya, Slavia Praha datang dengan target yang jauh lebih sederhana — mengejar kemenangan pertama mereka di fase liga musim ini.
Skuad asuhan Jindrich Trpisovsky baru mengumpulkan dua poin dari tiga laga, hasil dari dua kali imbang dan satu kekalahan. Mereka bermain imbang 2–2 dengan Bodo/Glimt, kalah telak 0–3 dari Inter Milan, lalu mencuri satu poin berharga di markas Atalanta.
Meski laga kontra Atalanta berakhir tanpa gol, kedua tim sejatinya sama-sama menciptakan banyak peluang. Para penjaga gawang tampil luar biasa untuk menjaga papan skor tetap kosong — salah satu hasil imbang paling menarik di Liga Champions musim ini.