KLIK SAJA - Belum tersentuh kekalahan di Serie A sejak akhir Agustus, Como akan menjamu Hellas Verona yang tengah terpuruk pada laga pekan kesembilan, Rabu malam waktu setempat, dengan ambisi memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Meski begitu, skuad asuhan Cesc Fabregas berharap bisa menemukan sentuhan akhir yang menentukan di kandang sendiri, Stadion Giuseppe Sinigaglia, agar bisa mengubah serangkaian hasil imbang menjadi kemenangan — apalagi lawan kali ini dikenal sebagai “raja seri” Serie A musim ini.
Menutup musim lalu di papan tengah, Como sebenarnya memulai musim keduanya di kasta tertinggi dengan cukup baik — meskipun hasilnya bisa saja lebih bagus.
Saat ini mereka duduk di peringkat keenam setelah delapan laga, namun empat hasil imbang menunjukkan bahwa tim ini memiliki potensi untuk naik lebih tinggi.
Dua dari hasil seri tersebut terjadi saat menghadapi tim kuat seperti Atalanta BC dan tim promosi Cremonese, yang sempat bertengger di papan atas sebelum hasil pekan lalu mengubah posisi.
Pertandingan terakhir melawan Parma juga berakhir imbang, menjadi yang ketiga dari empat laga terakhir Serie A mereka.
Hasil itu membuat Como gagal memanfaatkan peluang menyalip Bologna dan Inter Milan, yang masing-masing kehilangan poin pekan lalu.
Melihat kecenderungan Verona yang juga gemar bermain imbang — dengan lima kali seri sejauh ini, hanya kalah dari catatan Atalanta — Fabregas tentu berharap timnya tidak kembali terjebak dalam hasil yang sama.
Namun, rekor kandang Como juga masih menjadi perhatian: dari empat laga di Sinigaglia, mereka mencatat dua kemenangan dan dua hasil imbang.
Pendukung Verona menyadari bahwa tim kesayangannya belum pernah menang atas Como sejak tahun 2004.
Dalam empat pertemuan terakhir, mereka hanya meraih dua hasil imbang dan dua kali kalah.
Musim lalu, Verona ditahan imbang di kandang sendiri dan kalah 2–3 saat tandang ke Como — hasil yang mungkin kembali terulang minggu ini.
Akhir pekan lalu, tim asuhan Paolo Zanetti tampil menjanjikan saat unggul 2–0 atas Cagliari lewat gol Roberto Gagliardini dan Gift Orban, namun pertahanan rapuh membuat mereka kebobolan dua gol di 15 menit terakhir, termasuk satu pada menit ke-92.
Dengan hasil tersebut, Verona kini mencatat delapan laga tanpa kemenangan dan menjadi tim dengan serangan terburuk kedua di Serie A musim ini (hanya empat gol).