KLIK SAJA - Manchester City berpeluang naik ke puncak klasemen sementara Premier League jika mampu menundukkan Everton di Stadion Etihad pada Sabtu sore waktu setempat.
Pertemuan ini menjadi yang pertama bagi kedua tim sejak April lalu, ketika City menang 2-0 atas Everton di Goodison Park lewat gol Nico O’Reilly dan Mateo Kovacic di menit-menit akhir.
Sejak menelan dua kekalahan beruntun di Premier League dari Tottenham dan Brighton pada akhir Agustus, The Citizens berhasil bangkit dengan catatan tak terkalahkan dalam tujuh laga di semua kompetisi (5 menang, 2 imbang).
Mereka menutup jeda internasional Oktober dengan semangat tinggi setelah menang tipis 1-0 di kandang Brentford dua pekan lalu.
Sang mesin gol Erling Haaland kembali menjadi sorotan. Striker asal Norwegia itu telah mencetak 21 gol hanya dalam 12 penampilan di semua ajang untuk klub dan tim nasional musim ini.
Sebagai Pemain Terbaik Premier League bulan September, Haaland menorehkan sembilan gol hanya dalam tujuh pertandingan liga, menjadikannya kandidat kuat peraih Sepatu Emas musim ini.
Pelatih Pep Guardiola, yang mencatat kemenangan ke-250 di Premier League dalam waktu tercepat usai mengalahkan Brentford, menilai timnya terus menunjukkan peningkatan.
Meski mengakui bahwa City belum sepenuhnya mencapai performa puncak, statistik mereka sepanjang 2025 menunjukkan tren yang sangat positif.
Faktanya, Manchester City menjadi tim dengan rata-rata poin tertinggi per pertandingan di Premier League tahun kalender ini (2,04 poin – 53 poin dari 26 laga).
Mereka juga merupakan tim paling produktif dengan 55 gol, serta mengoleksi jumlah kemenangan terbanyak bersama Liverpool, yakni 16 laga.
City memiliki alasan kuat untuk optimistis. Mereka tak terkalahkan dalam 16 pertemuan terakhir di Premier League melawan Everton (13 menang, 3 imbang) sejak kekalahan 0-4 di Goodison Park pada Januari 2017.
Sementara itu, Everton mendapat dorongan moral setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Crystal Palace sebelum jeda internasional.
Gol kemenangan dicetak oleh pemain pinjaman dari Manchester City, Jack Grealish, di masa tambahan babak kedua—sekaligus gol pertamanya untuk The Toffees.
Meski manajer David Moyes mengkritik penampilan buruk timnya di babak pertama, Everton bangkit lewat penalti Iliman Ndiaye dan penyelesaian akhir Grealish yang brilian.