Pelatih asal Serbia, Ivan Jovanovic, melihat timnya tampil dominan di Glasgow.
Gol Kostas Tsimikas sempat membawa mereka unggul ketika laga menyisakan kurang dari 30 menit, namun keunggulan itu buyar setelah Skotlandia membalas dengan tiga gol cepat.
Akibat hasil tersebut, Yunani kini tertahan di posisi ketiga klasemen Grup C dengan selisih empat poin dari dua tim teratas.
Untuk menjaga peluang lolos—bahkan hanya ke babak playoff—mereka harus memenangi seluruh tiga laga tersisa.
Yunani berusaha kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2014.
Namun, jika mereka kalah di Copenhagen dan Skotlandia menang atas Belarus, mimpi itu akan berakhir dua laga lebih cepat.
Kondisi Tim
Usai kemenangan meyakinkan atas Belarus, Brian Riemer tampaknya tidak akan melakukan banyak perubahan pada susunan pemain Denmark.
Satu-satunya perubahan wajib terjadi karena Pierre-Emile Højbjerg (gelandang Marseille) harus absen akibat akumulasi kartu kuning.
Posisinya kemungkinan digantikan oleh Christian Nørgaard dari Arsenal atau Christian Eriksen, sang gelandang senior penuh pengalaman.
Mikkel Damsgaard, mantan rekan setim keduanya di Brentford, diprediksi akan bermain di belakang penyerang tunggal, yakni Rasmus Højlund, yang kini dalam performa menanjak.
Striker Napoli itu telah mencetak tiga gol dalam dua laga terakhir di level klub, serta selalu mencetak gol dalam dua penampilan terakhirnya bersama tim nasional.
Sementara itu, di kubu Yunani, Ivan Jovanovic mungkin akan melakukan rotasi di lini depan setelah Vangelis Pavlidis gagal memanfaatkan peluang emas melawan Skotlandia.
Penyerang Fotis Ioannidis (Sporting Lisbon) dan Tasos Douvikas (Como) menjadi alternatif, sedangkan remaja berbakat Konstantinos Karetsas dari Genk juga berpotensi masuk skuad utama.
Untuk lini belakang, Yunani kehilangan Giorgos Kyriakopoulos dan Panagiotis Retsos (kapten Olympiacos) yang sama-sama cedera, sehingga pilihan di sektor pertahanan menjadi terbatas.