KLIK SAJA - Sebuah malam yang “spesial” akan tersaji di Stamford Bridge pada Selasa malam waktu setempat, ketika pelatih Benfica, Jose Mourinho, bakal menjalani laga nostalgia melawan mantan klubnya, Chelsea, dalam fase liga Liga Champions.
Pelatih berusia 62 tahun itu akan memimpin pertandingan UCL pertamanya bersama The Eagles di markas lamanya, di mana baik tuan rumah maupun tim tamu sama-sama mencari kemenangan perdana di Eropa setelah gagal pada laga pembuka.
Meski sudah meraih semua gelar Eropa yang mungkin diraih — sebuah prestasi yang tak dimiliki klub lain — perjalanan Chelsea untuk merebut mahkota kontinental ketiga justru dimulai dengan buruk.
Menghadapi lawan final 2012 mereka, Bayern Munchen, The Blues harus menyerah 1-3 pada matchday pertama.
Gol indah Cole Palmer tak mampu menolong Chelsea setelah Harry Kane mencetak dua gol dan Trevoh Chalobah membuat gol bunuh diri.
Malapetaka Chalobah berlanjut di Liga Inggris akhir pekan lalu, ketika kartu merah cepat di babak kedua memicu kebangkitan Brighton & Hove Albion yang akhirnya menang 3-1 di London Barat.
Dengan tiga kekalahan dari empat laga terakhir, hanya sekali menang dalam lima pertandingan (itu pun melawan tim divisi bawah, Lincoln City di EFL Cup), dan krisis cedera yang semakin panjang, Chelsea kini mulai merasakan dampak dari kesuksesan tur pramusim mereka di Amerika Serikat.
Rekor Chelsea di Liga Champions juga kurang menggembirakan. Mereka kalah tiga kali beruntun di kompetisi ini — catatan terburuk dalam sejarah klub.
Namun, ada secercah harapan: sejak 2019, Chelsea belum pernah kalah di kandang sendiri pada laga fase grup UCL.
Sebaliknya, lawan mereka Benfica juga tampil mengecewakan di laga perdana.
Di bawah asuhan Bruno Lage, The Eagles tumbang 2-3 dari Qarabag di kandang sendiri, meski sempat unggul 2-0.
Kekalahan memalukan itu membuat Lage kehilangan jabatannya, dan manajemen pun menunjuk sosok lama: Jose Mourinho.
Karier kepelatihan Mourinho di level tertinggi dimulai 25 tahun lalu di Estadio da Luz.
Ia memang hanya memimpin Benfica dalam 10 laga pada tahun 2000, tetapi kini ia kembali sebagai juara Liga Champions dua kali.