KLIK SAJA - Laga pembuka Premier League pada Sabtu sore waktu setempat akan mempertemukan Arsenal asuhan Mikel Arteta melawan Nottingham Forest yang kini ditangani Ange Postecoglou di Emirates Stadium.
The Garibaldi tengah bersiap menjalani pertandingan pertama mereka bersama mantan pelatih Tottenham Hotspur tersebut, sementara The Gunners membidik posisi puncak klasemen Premier League.
Periode awal musim yang bergejolak bagi Nottingham Forest berakhir dengan perpisahan tak terelakkan bersama Nuno Espirito Santo—hubungan retaknya dengan manajemen klub sulit diperbaiki—hingga akhirnya mereka cepat-cepat menunjuk Postecoglou, pemenang Liga Europa, pada awal pekan ini.
Konflik antara Santo dan presiden klub Evangelos Marinakis—yang kabarnya dipicu perselisihan pribadi dengan mantan direktur olahraga Arsenal sekaligus Kepala Sepakbola Global Forest, Edu—membuat Marinakis mendatangkan pelatih dengan rekam jejak trofi yang jelas.
Jika tim Santo dikenal dengan pertahanan kokoh dan serangan balik cepat, Postecoglou justru menerapkan garis pertahanan tinggi nan berisiko dan gaya menyerang tanpa kompromi saat di Tottenham.
Meski demikian, kemenangan tipis di Liga Europa atas Eintracht Frankfurt dan Manchester United bisa memberi gambaran berbeda.
Baca Juga: Prediksi Brentford Vs Chelsea, The Blues Siap Hadapi Tantangan Tetangga London Barat
Belum jelas apakah Postecoglou akan langsung menanamkan filosofi itu di Forest, yang kini hanya mengumpulkan empat poin dari sembilan laga.
Masa kepelatihan Santo berakhir dengan kekalahan memalukan 0-3 di kandang dari West Ham United, tim yang sebelumnya belum meraih kemenangan.
Kekalahan di City Ground itu memperpanjang catatan tanpa nirbobol Forest menjadi 11 laga Premier League berturut-turut.
Mereka bahkan tak pernah menjaga gawang tetap bersih di laga tandang liga sejak 6 Januari.
Namun, menariknya delapan laga tandang terakhir mereka di liga selalu menghasilkan gol bagi kedua tim.
Di sisi lain, jika Postecoglou dikenal dengan sepakbola “chaos”, Arteta justru membawa Arsenal ke arah permainan lebih terkontrol.
Hal itu nyaris memberi hasil positif kala menghadapi Liverpool sebelum jeda internasional, meski akhirnya mereka kalah 0-1 lewat tendangan bebas fantastis Dominik Szoboszlai di menit akhir.