Namun jadwal Serie A langsung menghadirkan ujian berat: setelah Inter, mereka harus menghadapi Fiorentina, Roma, dan Atalanta.
Berbeda dengan Torino, Inter tidak banyak berubah. Mayoritas pilar utama masih bertahan, meski Hakan Calhanoglu harus absen karena skorsing.
Beberapa wajah baru sudah bergabung, termasuk Luiz Henrique, Ange-Yoan Bonny (mengikuti Chivu dari Parma), serta duo gelandang Andy Diouf dan Petar Sucic untuk menyegarkan lini tengah.
Di lini belakang, Yann Sommer tetap dipercaya di bawah mistar dengan trio kawakan di depannya. Lautaro Martinez kembali berduet dengan Marcus Thuram di lini serang—Thuram punya catatan manis dengan empat gol ke gawang Torino, termasuk satu-satunya hat-trick sepanjang kariernya.
Musim lalu Thuram jadi top skor Inter, sementara Torino mengandalkan Che Adams yang mencetak sembilan gol di musim debutnya di Serie A. Kini, Adams harus bersaing dengan Simeone dan Duvan Zapata yang sudah pulih cedera, memberi Baroni banyak opsi di lini depan.
Torino masih kehilangan Perr Schuurs karena cedera panjang dan Ardian Ismajli yang bermasalah di paha.
Namun mereka bisa mengandalkan rekrutan anyar seperti Tino Anjorin, Zakaria Aboukhlal, dan Cyril Ngonge (dipinjam dari Napoli). Posisi kiper juga berubah, dengan Franco Israel menggantikan Vanja Milinkovic-Savic yang hengkang.
Perkiraan Susunan Pemain
Inter Milan (3-5-2): Sommer; Pavard, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Sucic, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Martinez
Torino (4-2-3-1): Israel; Pedersen, Coco, Maripan, Biraghi; Anjorin, Casadei; Ngonge, Vlasic, Aboukhlal; Adams