Meski begitu, pertahanan United masih terlihat rapuh, dan kurangnya penyerang tengah yang tajam tetap menjadi masalah.
Pertahanan Spurs juga tidak terlalu solid, tetapi mereka mencetak 21 gol lebih banyak dari United di Premier League musim ini dan telah mengalahkan tim Ruben Amorim di semua pertemuan sebelumnya, baik di liga maupun di Piala EFL, dengan total delapan gol dan hanya kebobolan tiga.
Cedera Kulusevski merupakan pukulan berat bagi Spurs, namun skuad asuhan Postecoglou masih memiliki sejumlah pemain yang dapat merepotkan United jika tampil dalam performa terbaik.
Apakah Spurs bisa tampil maksimal di laga besar ini masih menjadi tanda tanya, tetapi di atas kertas mereka memiliki susunan pemain yang lebih kuat dan akan merasa bahwa United bisa dikalahkan, demi meraih trofi besar pertama mereka dalam 17 tahun.
Meski Bruno Fernandes jelas merupakan pemain individu terbaik dari kedua tim dan paling berpotensi mengubah jalannya pertandingan, secara keseluruhan Spurs memiliki skuad yang lebih unggul.
Penilaian Ruben Amorim mengenai performa domestik klubnya memang tepat, namun kejujuran yang begitu keras mungkin tidak memberikan kenyamanan bagi para pemainnya.
Pesan-pesan Postecoglou di ruang ganti Tottenham juga tidak selalu diterima dengan baik, tetapi skuadnya tampak tidak terlalu kelelahan—secara fisik maupun emosional—dari musim yang berat ini.***